Makassar, OPSI.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius pemerintah menyusul potensi peningkatan eskalasi selama musim kemarau 2026.
Kodam XIV/Hasanuddin memastikan kesiapsiagaan personel dan penguatan sinergi lintas sektor untuk mendukung upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Komitmen tersebut ditegaskan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko saat mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Nasional Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla Tahun 2026 secara daring, Senin (10/8/2026).
Rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago itu berlangsung melalui video conference dari Ruang Vicon Puskodalops, Makodam XIV/Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
Kegiatan tersebut diikuti kementerian dan lembaga terkait, jajaran TNI-Polri, serta kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Rakor digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi peningkatan Karhutla, terutama di tengah musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada periode Juli hingga September.
Dalam arahannya, Menko Polkam menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan, deteksi dini, pencegahan, serta respons cepat dan terpadu seluruh pemangku kepentingan agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
Pangdam XIV/Hasanuddin menegaskan, jajaran Kodam siap mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi potensi Karhutla, termasuk dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kodam XIV/Hasanuddin siap mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanganan Karhutla. Kesiapsiagaan personel, deteksi dini, serta respons cepat di lapangan akan terus kami perkuat bersama seluruh stakeholder,” tegas Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait lainnya menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.
“Koordinasi dan sinergi harus terus diperkuat, terutama dalam melakukan pencegahan sejak dini. Kita ingin setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.
Kodam XIV/Hasanuddin juga akan mengoptimalkan kesiapan personel dan kemampuan respons di lapangan sebagai bagian dari upaya mendukung pemerintah menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kodam XIV/Hasanuddin untuk menghadapi ancaman Karhutla selama periode musim kemarau 2026, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. []


