“Ini momen spesial karena saya sudah berusia 36 tahun. Ini sangat penting untuk karier saya,” lanjutnya dikutip dari ESPN, Minggu (24/5/2026).
Sakai memang bukan nama yang selalu mendapat sorotan besar seperti beberapa generasi emas Jepang lainnya. Namun, rekam jejaknya di dunia sepak bola sangat mengesankan.
Ia tercatat tampil sebanyak 74 kali bersama Timnas Jepang dan bermain di tiga edisi FIFA World Cup secara beruntun.
Di level klub, Sakai pernah membawa Kashiwa Reysol menjuarai J1 League pada 2011, sebelum merantau ke Eropa bersama Hannover 96 di Bundesliga dan Olympique de Marseille di Ligue 1.
Selama berkarier di Eropa, Sakai mencatatkan 238 penampilan liga dan sempat membawa Marseille menjadi runner-up UEFA Europa League.
Baca juga: Piala Dunia 2026, Ini Negara yang Ikut Berlaga
Sekembalinya ke Jepang, ia kembali meraih sukses bersama Urawa Red Diamonds dengan memenangkan AFC Champions League 2022. Bahkan, Sakai dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen tersebut.
Saat banyak pihak mengira ia akan menghabiskan sisa kariernya di Jepang, Sakai justru memilih tantangan baru dengan bergabung ke Auckland FC.
Keputusan itu terbukti tepat setelah ia langsung dipercaya menjadi kapten tim dan membawa klub tersebut meraih gelar juara A-League.
Keberhasilan ini semakin menegaskan status Hiroki Sakai sebagai salah satu pesepak bola Jepang dengan perjalanan karier paling lengkap, meski kerap luput dari sorotan besar publik sepak bola dunia. []


