Menurutnya, kelangkaan Elpiji melon sangat mempengaruhi aktivitas dan keberlangsungan hidup masyarakat kepulauan. Khususnya warga yang berada di pulau-pulau terluar Nias Selatan.
Pasalnya, gas subsidi tersebut menjadi kebutuhan utama rumah tangga maupun pelaku usaha kecil untuk memasak dan menjalankan aktivitas harian.
“Kasihan masyarakat kecil. Harga gas sudah sangat mahal dan barangnya juga sulit didapat,” tulis Timos dalam unggahan yang ramai mendapat perhatian warga.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera turun tangan mengatasi persoalan distribusi Elpiji subsidi di wilayah Kepulauan Batu.
Mereka meminta adanya pengawasan distribusi agar pasokan gas subsidi dapat merata dan tepat sasaran.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya solusi transportasi dan distribusi yang lebih efektif.
Baca juga: Tepis Hoax, Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panik
Mengingat kondisi geografis Kepulauan Batu yang terdiri dari pulau-pulau terpisah sehingga sering mengalami keterlambatan pasokan kebutuhan pokok, termasuk Elpiji subsidi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kelangkaan maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. []
Kontributor Nias: FD Bawamenewi

