SOLO, Opsi.id — Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap fokus bekerja menyikapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan tajam tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan.
“Ya, yang paling penting pemerintah tetap fokus bekerja. Jangan kehilangan fokus. Nanti yang menilai masyarakat,” ujar Jokowi saat ditemui di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara No. 1, Sumber, Solo, Rabu (12/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi merespons hasil survei SMRC yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026.
Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto berada di angka 51,1 persen.
Rinciannya, sebanyak 46,3 persen responden menyatakan cukup puas dan 4,8 persen sangat puas.
Sementara itu, sebanyak 46,9 persen responden menyatakan kurang puas atau tidak puas. Sebanyak 2,1 persen responden tidak memberikan jawaban.
Kepuasan Turun 30,1 Persen
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo mengalami penurunan signifikan dibandingkan hasil survei November 2025 yang mencapai 81,2 persen.
“Turun bisa dikatakan cukup tajam, 30,1 persen dalam sembilan bulan,” kata Deni dalam pemaparan bertajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden di kanal YouTube SMRC TV, Minggu (26/7/2026).
Menurut Deni, tren penurunan tersebut berlangsung secara konsisten. Pada Maret 2026, tingkat kepuasan publik berada di angka 66 persen, sebelum kembali turun menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan masyarakat meningkat. Pada November 2025, angka ketidakpuasan berada di sekitar 16 persen, kemudian meningkat menjadi 46,9 persen pada Juli 2026.
Deni menyebut penurunan kepuasan publik berkaitan erat dengan evaluasi masyarakat terhadap tiga sektor utama, yakni ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” jelasnya.
Survei Melibatkan 749 Responden
Survei SMRC tersebut melibatkan 749 responden di seluruh Indonesia yang memiliki hak pilih.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon terhadap 83,8 persen responden dan wawancara tatap muka terhadap 16,2 persen responden.
Survei tersebut memiliki margin of error sebesar ±3,7 persen.
Di tengah hasil survei yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik tersebut, Jokowi meminta pemerintah tidak kehilangan fokus dan tetap menjalankan pekerjaan pemerintahan.
Menurut Jokowi, penilaian terhadap kinerja pemerintah pada akhirnya berada di tangan masyarakat. []
Baca juga: Kaesang Turun ke Kandang Banteng, Jokowi: Sudah Dihitung Matang
Baca juga: Survei Terbaru SMRC: Separuh Publik Tak Lagi Puas dengan Kinerja Prabowo
Baca juga: Survei LSI: Kepercayaan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 78,7 Persen


