Jokowi Soroti Perubahan Iklim hingga AI
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga berbicara mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dunia saat ini.
Ia menyebut setidaknya ada tiga persoalan besar, yakni perubahan iklim, geopolitik, serta disrupsi teknologi.
Menurut Jokowi, perubahan iklim telah membuat kondisi cuaca semakin sulit diprediksi.
Ia menyinggung terjadinya banjir bandang di sejumlah wilayah sebagai salah satu dampak yang perlu diwaspadai.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia memperbanyak penanaman pohon.
“Nanamlah satu, dua, satu, dua, tiga, empat. Satu orang, biar jumlah pohon itu lebih banyak,” kata Jokowi.
Ia berharap semakin banyak pohon yang ditanam dapat membantu memperbaiki kualitas udara dan mengurangi panas.
“Udara kita menjadi lebih bagus oksigennya dan tidak panas,” ujarnya.
Selain perubahan iklim, Jokowi juga menyinggung konflik geopolitik, termasuk perang Rusia-Ukraina serta konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, konflik di negara lain pada akhirnya dapat berdampak terhadap masyarakat Indonesia, antara lain melalui kenaikan harga komoditas dan energi.
Persoalan ketiga yang disoroti adalah perkembangan teknologi. Jokowi menyebut media sosial dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan besar.
“Sekarang ini yang namanya media sosial sudah ramai, kita mengendalikan sulit. Ditambah lagi yang namanya artificial intelligence, namanya AI yang bisa niru suara, niru gambar, niru semuanya dari kita,” katanya.
Menurut Jokowi, perkembangan teknologi tersebut menjadi tantangan karena regulasi belum sepenuhnya mampu mengikuti perubahan yang berlangsung cepat.
Hadiri Maulid Nabi di Ponpes Al-Falah
Kehadiran Jokowi di Pondok Pesantren Al-Falah Sumberadi merupakan bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 KH Musyaffa’ Ali.
Kegiatan tersebut dihadiri santri, alumni, pengasuh pesantren serta ribuan jemaah Jam’iyyah Thoriqoh Syadziliyyah.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Sumberadi, KH Muhammad Zulvian Ikfina atau Gus Ulfi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jokowi.
Ia juga menyampaikan dukungan keluarga besar pesantren terhadap Jokowi dan langkah politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan, kesuksesan, dan kebaikan Jokowi serta masyarakat Indonesia dan Kabupaten Kebumen.
Pesan Jokowi dalam acara tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai politik, tetapi juga mengingatkan pentingnya adab, kerendahan hati, dan tanggung jawab ketika seseorang diberi kekuasaan.
Bagi Jokowi, jabatan bukanlah sesuatu yang kekal. Karena itu, kekuasaan semestinya digunakan untuk melayani dan menjaga masyarakat, bukan menjadi alasan untuk berbicara kasar atau merendahkan rakyat. []
Baca juga: Faisal Basri: Jokowi Akan Ditinggalkan Kawan Politiknya Kala Kekuasaan Meredup
Baca juga: PSI Ingatkan Budi Arie: Jangan Adu Domba Jokowi dan Prabowo
Baca juga: Jokowi Diuji Bukan Lagi di Kotak Suara, tapi Membangun Institusi Politik

