Supardi menuturkan, dirinya terbangun sekitar pukul 01.30 WIB setelah mendengar suara mencurigakan dari arah belakang rumah.
Suara tersebut berupa gemeretak kayu terbakar dan genting yang berjatuhan.
Saat mengecek sumber suara, Supardi mendapati kandang kambing miliknya sudah dilalap api.
Dia kemudian segera melepaskan sejumlah hewan peliharaannya agar tidak terjebak dalam kobaran api.
“Saat itu saya tidur di kamar rumah. Saya terbangun karena mendengar seperti ledakan kayu yang terbakar, juga suara genting yang berjatuhan. Waktu saya ke belakang, ternyata api sudah berkobar,” ujar Supardi.
Supardi kemudian berteriak meminta bantuan tetangga. Warga bergotong royong melakukan pemadaman, sementara sebagian lainnya menghubungi Tagana dan petugas pemadam kebakaran.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas Damkar bersama Tagana, aparat desa, dan warga akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kebakaran juga tidak menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum. Namun, kandang kambing milik Supardi mengalami kerusakan dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp25 juta. []


