Kapolri Bilang Penghapusan Mural Jokowi 404:Not Found Buat Indeks Persepsi HAM Menurun

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan alasannya melaksanakan Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri 2021.

Sigit mengatakan, semangat gagasan lomba orasi unjuk rasa berangkat dari munculnya beberapa fenomena di masyarakat yang berdampak pada menurunnya indeks persepsi hak asasi manusia di Indonesia.

Salah satu contoh, kata dia, seperti diamankannya peserta unjuk rasa saat adanya kunjungan kerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Blitar (Jawa Timur), Solo, dan Cilacap (Jawa Tengah).

Kemudian, adanya penghapusan mural-mural yang merupakan ekspresi masyarakat, seperti `Jokowi 404: Not Found` hingga `Dipaksa Sehat di Negara Sakit`.

Pandangannya, fenomena itu berkembang di masyarakat sehingga memengaruhi soal persepsi hak asasi manusia.

“Hal ini tentunya menurunkan indeks persepsi terkait dengan kebebasan berpendapat atau kebebasan di dalam masyarakat untuk berekspresi dan berpendapat yang dilindungi oleh undang-undang,” kata Kapolri dalam acara Final Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri 2021 di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Desember 2021.

Menurutnya, salah satu faktor penurunan indeks persepsi terhadap HAM adalah sumbatan komunikasi. Di mana masyarakat pada dasarnya hanya ingin menyampaikan aspirasinya.

Namun, di sisi lain pihak berwenang hendak menjalankan tugasnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Maka dari itu, lanjutnya, lomba orasi unjuk rasa ini sekaligus momentum untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat maupun aparat terkait dengan pemenuhan hak asasi manusia dalam menyampaikan kebebasan berpendapat.

“Oleh karena itu di lapangan sering terjadi perbedaan dalam hal menanggapi,” tuturnya.

Kapolri mengatakan, untuk mengeliminir sumbatan komunikasi tersebut, Polri melakukan edukasi lewat lomba orasi unjuk rasa dengan harapan terbangun komunikasi yang baik saat masyarakat melaksanakan hak kebebasan ekspresi.

Hal itu juga bertujuan agar unjuk rasa tetap bisa berjalan dengan baik tanpa ditunggangi kepentingan-kepentingan yang mengarah pada hal-hal yang mengganggu stabilitas keamanan.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Avolia Lepas Single Toxic Bareng Label Indo Semar Records

Jakarta - Label Indo Semar Records bersama Avolia kembali...

RIVO Siap Guncang Bengkel Space di Helatan Road to DWP 2026

Jakarta - Road to DWP kembali mengguncang Jakarta dengan...

Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta untuk Masa Depan

Jakarta – Bank Jakarta memperkuat sinergi strategis dengan Institut...

Arsyall Azizan Debut sebagai Penyanyi Solo Lewat Single Pelan Aja

Jakarta - Arsyall Azizan, penyanyi muda asal Bandung kelahiran...

Penrad Siagian Terpilih Jadi Wakil Ketua BAP DPD RI, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Jakarta — Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah...

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terkait Karhutla Kalimantan

JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan pihaknya...

‎Hutan Kalimantan Terbakar, Kenapa Elite di Jakarta Terlambat Peduli?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Transformasi Talas Beneng di Pandeglang, BUMDes Saninten Siapkan Produk Olahan Unggulan

Pandeglang — Talas Beneng yang selama ini menjadi salah...

Berita Terbaru

Popular Categories