Kapolri Harus Copot Kapolda Sulteng dan Kapolres Parigi Moutong

Jakarta – Koalisi masyarakat sipil menyoroti kekerasan aparat kepolisian dalam menangani aksi unjuk rasa warga. Selain di Sulawesi Tengah yang memakan korban jiwa, polisi juga bertindak berlebihan pada kasus Wadas, Jawa Tengah dan penangkapan Efendi Buhing, Kinipan, Kalimantan Tengah. 

Pada kematian warga sebelumnya kasus Industri Pariwisata di NTT, Sumba, menyebabkan kematian Poroduka yang ditembak dari jarak dekat di dada. 

Berbagai peristiwa tersebut juga memberikan goncangan dan trauma mendalam, terlebih bagi perempuan dan masyarakat yang sesungguhnya tengah mempertahankan dan memperjuangkan ruang hidupnya. 

BACA JUGA: Pendemo di Sulteng Tewas, Aparat Kepolisian Dinilai Tak Manusiawi

Kasus-kasus ini menjadi Indikasi Reformasi Keamanan Polri-TNI masih jauh dari harapan, penyelesaiannya seringkali hanya berhenti di pelaku lapangan, dengan jarang sekali menyentuh pertanggungjawaban komando. 

Pada akhirnya bahkan seringkali kasus-kasus tersebut tidak menyentuh akar permasalahan, hal tersebut bisa dilihat pada kasus di Parigi Moutong, bahkan setelah adanya korban meninggal.

Sehari setelahnya Gubernur Sulawesi Tengah masih memberikan pernyataan di media “minta korlap tambang di Parimo ditangkap”.

Ironisnya tidak ada statement terbuka pemerintah daerah pasca insiden yang secara spesifik menyinggung dampak lingkungan-sosial-ekonomi tambang yang telah terjadi, akibat operasi PT Trio Kencana.

Sekaitan itu maka koalisi masyarakat sipil mendesak Kapolri harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh institusi Polri maupun tindakan anggotanya di lapangan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengevaluasi secara menyeluruh penggunaan senjata api anggota-anggotanya.

BACA JUGA: Insiden Penembakan Pendemo di Sulteng, Mabes Polri Turunkan Tim

Mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Sulawesi Tengah dan Kapolres Parigi Moutong karena telah gagal dalam menangani aksi massa dan menimbulkan korban jiwa dari warga sipil yang diduga diakibatkan karena selongsong peluru tajam anggotanya dan beberapa aksi massa yang mendapatkan perlakuan penyiksaan dan tidak manusiawi lainnya.

Kapolri diminta memproses dugaan tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh aparat  kepolisian dengan hukuman maksimal dan menempuh melalui proses mekanisme peradilan umum. Hal ini sebagai bentuk efek jera dan agar kejadian yang sama tidak terulang di kemudian hari.

Koalisi juga meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menghentikan operasi dan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Trio Kencana.

Mendesak Gubernur Sulawesi Tengah untuk melaksanakan komitmennya dalam mendengar dan memenuhi kepentingan warga yang hendak menyelamatkan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka dari kerusakan ekologis.

“Gubernur Sulawesi Tengah melakukan tindakan berdasarkan kewenangan yang dimiliki untuk melindungi masyarakat terutama perempuan dan anak-anak, dari tindakan represifitas yang dilakukan oleh aparat, termasuk melakukan pemulihan bagi mereka yang trauma,” kata Sunardi dari Walhi Sulteng mewakili koalisi Walhi, Jatam, KontraS, dan Solidaritas Perempuan, Senin, 14 Februari 2022. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Siapkan Kolaborasi Dopamine (Bukan Haluuu)

Jakarta - Rasa penasaran publik akhirnya terjawab setelah serangkaian...

Belanda Pesta Gol, Hancurkan Swedia 5-1 dan Puncaki Grup F Piala Dunia 2026

Houston, Opsi.id – Tim nasional Belanda tampil perkasa usai...

The People Of The Sun Rilis Single Kontemplasi, Refleksi Rock dari Surabaya

Jakarta - Grup band asal Surabaya, The People Of...

Brobbey Cetak Brace, Gakpo Tambah Gol, Belanda Unggul 4-1 atas Swedia

HOUSTON, Opsi.id — Tim nasional Belanda tampil dominan saat...

PIKI Siantar Kecam Penganiayaan Berujung Tewasnya Jaka Malau

Pematangsiantar, Opsi.id – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Inteligensia Kristen...

Festival Musik dan Kultur, Pesta Timuran Jaksel 2026 Siap Digelar di CIBIS Park

Jakarta - Festival musik dan kultur Indonesia Timur bertajuk...

Belanda Tantang Swedia, Jerman Hadapi Pantai Gading pada Hari Ke-10 Piala Dunia 2026

HOUSTON, Opsi.id  – Piala Dunia 2026 memasuki hari ke-10...

Spanyol Wajib Menang Lawan Arab Saudi, Lamine Yamal Belum Siap Main Penuh

ATLANTA, Opsi.id  – Timnas Spanyol mengusung misi wajib menang...

Berita Terbaru

Popular Categories