“Pendidikan bukan sekadar pabrik ijazah. Harusnya menjadi kawah candradimuka untuk membentuk karakter dan kekuatan intelektual generasi muda,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pendidikan yang mampu melahirkan generasi mandiri dan inovatif. Bukan sekadar pencari kerja.
Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun Raja Doli Lubis, menyoroti janji pendirian perguruan tinggi negeri oleh Wali Kota Wesly Silalahi.
“Hingga saat ini belum terlihat langkah konkret yang terukur. Tidak ada peta jalan maupun komunikasi publik yang jelas,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran perguruan tinggi negeri sangat penting sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan penggerak ekonomi lokal.
Ketua PMKRI Cabang Pematangsiantar Fransisco Mezgion Hutauruk, menyoroti persoalan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hingga degradasi disiplin siswa.
Menurutnya, sistem PPDB yang tidak optimal memicu ketimpangan ekstrem.
Di mana beberapa sekolah mengalami kelebihan siswa, sementara sekolah lain justru kekurangan.
“Jika dibiarkan, sekolah negeri akan kehilangan marwahnya sebagai pusat pendidikan rakyat,” ujarnya.
BACA: Guru Bimbingan Konseling Siantar Diperkuat Cegah TPPO di Kalangan Pelajar
Ia juga menyinggung maraknya perilaku negatif di kalangan pelajar sebagai tanda melemahnya pendidikan karakter.
Kelompok Cipayung mendesak Pemko Pematangsiantar melakukan evaluasi total terhadap kinerja dinas pendidikan.
Membuka transparansi anggaran, melakukan audit infrastruktur sekolah, serta memperbaiki kesejahteraan guru honorer.
Mereka juga menegaskan akan terus mengawal isu ini.
Tidak menutup kemungkinan turun ke jalan apabila tuntutan tersebut tidak direspons serius. []


