Komjak Ancam Demo ke Istana, Tuntut Isu KTP Ganda ST Burhanuddin Diusut

Jakarta – Founder sekaligus Direktur Koalisi Masyarakat Penjaga Adhyaksa (KOMJAK), Hajarudin, meminta Presiden Joko Widodo dan jajarannya untuk turun tangan membereskan polemik mengenai isu adanya KTP ganda dengan nama ST. Burhanuddin. Pasalnya, hal itu dinilai dapat mencoreng citra korps Adhyaksa.

Selain KTP ganda, isu juga menyebutkan adanya kartu keluarga atas nama ST. Burhanuddin dengan Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Mia Amiati.

“Berdasarkan tahun pensiun ST Burhanudin tahun 2014, kelahiran 1954. Akan tetapi kemudian dalam informasi kejaksaan dan buku penganugerahan gelar profesor kelahiran 1959. Kemudian beredar pula informasi dari kelurahan dengan KTP kelahiran 1960,” kata Hajarudin dalam keterangan tertulisnya kepada Opsi, dikutip pada Rabu, 17 November 2021.

“Hal tersebut harus dibuktikan dan diselesaikan karena Jaksa agung merupakan pimpinan tertinggi dalam Korps Kejaksaan Republik Indonesia,” ujar dia.

Kekhawatiran Menurunnya Kepercayaan Publik

Apabila hal ini tidak diselesaikan dengan baik serta adanya keterangan resmi dari Korps Kejaksaan, kata Hajarudin, permasalahan tersebut dikhawatirkan bakal membuat masyarakat semakin tidak percaya dengan penegak hukum.

Lebih lanjut, Hajarudin juga mengatakan bahwa informasi lain menunjukan adanya Kartu keluarga atas nama ST Burhanuddin dan Direktur PPS JAMINTEL KEJAGUNG. Sementara berdasarkan PP No. 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS, telah diatur sanksi disiplin bagi PNS yang berpoligami dan cerai.

“Bagi PNS yang melanggar ketentuan mengenai izin perkawinan dan perceraian dijatuhi salah satu jenis hukuman disiplin berat,” kata dia.

“Apalagi Presiden Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan RI tahun 2020 menyebut kiprah Kejaksaan adalah wajah pemerintah dan wajah kepastian hukum di mata rakyat Indonesia,” tutur Hajarudin.

Hajarudin menuturkan bahwa informasi yang beredar harus segera ditindaklanjuti hingga mendapat titik terang, termasuk pernyataan politisi yang merespons terkait permasalahan tersebut.

Dorongan Klarifikasi dari Berbagai Lembaga

Kendati mengaku pesimis hal itu akan ditindaklanjuti dengan baik hingga perkara itu diklarifikasi, Hajarudin tetap meminta Kemenpan RB, Kemendagri serta Kejaksaan Agung juga diminta memberikan penjelasan resmi mengenai temuan tersebut.

“Karena itu, Direktur Koalisi Masyarakat penjaga Adhyaksa (KOMJAK) akan mengirimkan bukti ataupun data yang dimiliki kepada KemenpanRB, Kemendagri bahkan ke istana negara untuk segera ditindaklanjuti,” kata Hajarudin.

“Saya akan tetap menyampaikan aspirasi itu baik berupa informasi, data yang ada kepada Kemendagri mengenai KTP ganda pada hari rabu, lalu hari Jum`at ke KemenpanRB terkait Kartu Keluarga disertai aksi agar segera ditindaklanjuti,” tuturnya.

Hajarudin menegaskan, sampai hari Jum`at tidak ada tindak lanjut maupun klarifikasi dan atau konpers bersama antara Kemenpanrb, Kemendagri dan Kejaksaan. Maka pada hari Senin atau Rabu pihaknya bakal melaporkan perkara ini ke Istana Negara.

“Namun saat melaporkan ke Istana Negara akan kami iringi dengan demo massa untuk mendesak presiden atau istana turun tangan terkait informasi dan data yang beredar. Tentang informasi hubungan ASN direktur PPS JAMINTEL KEJAGUNG dengan ST. Burhanuddin Jaksa Agung. KTP Ganda atas nama ST. Burhanuddin,” tutur ujar Hajarudin. []

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Maia Estianty Sebut Sistem Royalti di Masa Lalu Lebih Menyejahterakan Musisi

Jakarta - Dinamika industri musik Indonesia senantiasa menghadirkan perdebatan...

JUNE Active Studio Bersama JUNI Goods Luncurkan Recreational Athletes Club

Jakarta - Perkembangan kultur olahraga rekreasional di Indonesia kembali...

DLK dan Inhype Pictures Rilis Film Drama Remaja, Yang Disebut Nakal

Jakarta - Industri perfilman tanah air bersiap kedatangan sebuah...

Sembilan Hakim MK Kembali Diadukan ke MKMK soal Putusan Sengketa Ijazah Gibran

JAKARTA, Opsi.ID – Sembilan hakim konstitusi kembali diadukan ke...

Prabowo Akui Ikuti Garis Politik Jokowi, Tegaskan Indonesia Tak Mau Ikut Blok Militer

JAKARTA, Opsi.ID – Presiden Prabowo Subianto mengakui mengikuti garis politik...

LindungiHutan dan Tamara Dai Wujudkan Pelestarian Pesisir Lewat Penanaman Mangrove di PIK

Jakarta - Upaya strategis dalam rangka memperkuat mitigasi abrasi...

Tingkatkan Mutu Pendidikan, 300 Guru di Sidrap Ikuti Pelatihan STEM

Sidrap, OPSI.ID - Yayasan Pendidikan Adiluhung (YPAN) menggelar pelatihan...

16 Pemimpin Geng Motor dan Pelaku Tawuran Akan Dikirim ke SPN Batua Jalani Pembinaan

Makassar, OPSI.ID - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur...

Berita Terbaru

Popular Categories