Faktor Media Sosial Jadi Pemicu
Pengamat tren digital menilai, viralnya kuliner ekstrem tidak lepas dari karakter konten media sosial yang mengutamakan visual dan reaksi spontan.
Ekspresi pelanggan saat mencoba makanan super pedas atau menghadapi porsi jumbo menjadi daya tarik utama.
Selain itu, format challenge membuat audiens merasa tertantang untuk mencoba hal serupa.
Peluang dan Tantangan
Di satu sisi, tren ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM kuliner untuk meningkatkan penjualan dan popularitas.
Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran terkait aspek kesehatan, terutama konsumsi makanan terlalu pedas atau berlebihan.
Meski demikian, tren kuliner ekstrem diprediksi masih akan terus berkembang sepanjang 2026, seiring meningkatnya peran media sosial dalam membentuk selera dan gaya hidup masyarakat.
Kuliner kini bukan sekadar soal rasa, tetapi juga pengalaman dan hiburan. Di era digital, semakin ekstrem dan unik sebuah makanan, semakin besar. []
BACA: Kasus Hoaks Mo-Mo-Paradise Jadi Cermin Pentingnya Literasi Digital Kuliner
BACA: Coletot, Perpaduan Kuliner Khas Jabar-Yogyakarta Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima


