Luhut Puji Bahlil: Anak dari Timur Bisa Duduk di Ruang Keputusan Negara

Luhut juga menyoroti latar belakang Bahlil yang lahir di Banda, Seram Timur, Maluku.

Ia menyebut ayah Bahlil merupakan seorang kuli bangunan, sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh cuci.

Menurut Luhut, perjalanan hidup tersebut membuat buku Bahlil memiliki nilai tersendiri karena tidak hanya menceritakan keberhasilan, tetapi juga perjuangan dari keluarga sederhana hingga berada di lingkaran pengambilan keputusan negara.

“Anak dulu yang berdiri atas tanah yang kaya tetapi pulang dengan tangan kosong. Hari ini menulis buku tentang bagaimana anak-anak seperti dia tidak boleh lagi menjadi penonton di negerinya sendiri,” ujar Luhut.

Singgung Hilirisasi dan Larangan Ekspor Nikel

Dalam sambutannya, Luhut juga menyinggung perjuangan pemerintah dalam menjalankan kebijakan hilirisasi, termasuk keputusan menghentikan ekspor bijih nikel.

Ia mengingat kembali ketika kebijakan tersebut mendapat tekanan dan bahkan digugat ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Kami dicibir, kami ditekan dari berbagai arah, kami digugat sampai ke WTO dan banyak yang bilang Indonesia tidak akan sanggup,” katanya.

Namun, menurut Luhut, perkembangan kawasan industri seperti Morowali dan Halmahera Tengah menunjukkan adanya perubahan dalam struktur ekonomi nasional.

Ia menyebut wilayah yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan dalam peta ekonomi nasional kini berkembang menjadi bagian dari rantai industri global.

Luhut Akui Masih Ada Pekerjaan Rumah

Meski memuji capaian hilirisasi, Luhut menegaskan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Ia menyoroti manfaat hilirisasi yang dinilai harus lebih adil bagi daerah penghasil dan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Selain itu, pengusaha nasional dan lokal dinilai perlu mendapatkan posisi yang lebih kuat dalam rantai nilai industri.

Luhut juga menyinggung persoalan lingkungan dan keselamatan kerja yang menurutnya tidak boleh diabaikan dalam pembangunan industri.

“Manfaat hilirisasi harus lebih adil bagi daerah dan masyarakat sekitar industri. Pengusaha nasional, pengusaha daerah harus naik plus dalam rantai nilai. Teknologi harus dikuasai anak bangsa, standar lingkungan serta keselamatan tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Menurut Luhut, tuntutan terhadap industri untuk menghasilkan rantai pasok yang lebih bersih bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian dari daya saing global.

Minta Bahlil Buktikan Janji dalam Bukunya

Luhut kemudian menyampaikan pesan kepada Bahlil agar berbagai pekerjaan rumah yang ditulis dalam bukunya benar-benar diwujudkan.

Ia berseloroh bahwa orang yang menulis pekerjaan rumah biasanya juga harus bertanggung jawab untuk mengerjakannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Enam Program Kapolri, Dorong Polri Hadir Nyata dan Responsif di Tengah Masyarakat

Jakarta, OPSI.ID - Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat...

Pulang Kampung Pimpin Polda Sulsel, Irjen Awal Tekankan soal Siri Na Pacce

Makassar, OPSI.ID - Inspektur Jenderal M Awal Chairuddin resmi...

‎Adu Argumen soal AI, Mahasiswa ITPLN Antusias Ikuti Debat Berbahasa Inggris

Jakarta – Language Development Center Institut Teknologi PLN (ITPLN)...

Menuju Piala Asia 2027, John Herdman Siapkan Filosofi Baru untuk Timnas Indonesia

Jakarta, OPSI.ID - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya...

‎BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga, Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional

‎Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)...

Berita Terbaru

Popular Categories