Jakarta – Band mpq, yang sebelumnya dikenal sebagai Mafia Pemantik Qolbu, siap melangkah ke fase baru perjalanan musik mereka dengan merilis album kedua pada kuartal 4 tahun ini.
Berawal dari salah satu universitas di Jakarta, empat dari lima personel mpq pertama kali bertemu dalam pengerjaan musik dan produksi teater fakultas teknik.
Seorang teman lama kemudian bergabung, melengkapi formasi hingga hari ini yang diperkuat Abram Dionisius (gitar), Alit Djarot (vokal), Daniel Hasudungan (gitar), Rakaputra (bass), dan Rakha Suryandaru (drum).
Sejak 2016, mpq aktif di jalur kampus dan perlahan mempertegas kehadiran mereka di arus pinggir Jakarta. Musik eklektik yang mereka usung bergerak di antara pop dan rock, dengan lapisan gitar tebal serta harmoni dramatis yang menjadi ciri khas penulisan lagu mereka.
Tiga tahun setelah terbentuk, mpq merilis debut album bertajuk “Di Dalam Rebahan”. Album ini memberikan identitas sonik unik yang jarang ditemukan pada band lain di Indonesia.
Tidak hanya musik, aspek visual juga mendapat pengakuan. Artwork album tersebut masuk nominasi Artwork Album Terbaik Indonesia di ajang AMI Award 2019, menegaskan bahwa mpq menghadirkan karya yang kuat secara musikal maupun visual.
Memasuki periode 2023–2024, mpq merilis serangkaian single yang memperluas jangkauan musik mereka. Lagu seperti “Musim Baru”, “Siar”, dan “Intruder” mendapat sambutan positif. “Musim Baru” bahkan menjadi lagu tema film pendek “Autosave” yang diperankan oleh keluarga Sasono dan disutradarai Imanuel Bolaman.
Film tersebut tayang di New York Asian Film Festival pada Juli 2026, memperlihatkan bagaimana karya mpq mampu menembus ranah internasional.
Tahun 2026 menjadi momentum penting. mpq siap merilis album kedua pada kuartal 4. Dua single yang dilepas pada Juli dan Agustus lalu, “Not for Anyone Else” dan “Someplace Sometime Somehow”, mendapat resepsi positif dari berbagai kalangan.
Spotify turut menyertakan kedua single tersebut dalam editorial playlist seperti IndieNesia, Ke Seberang, dan .ORG.
Apresiasi tidak hanya datang dari dalam negeri. Media Jepang seperti IndieGrab dan Antenna-Mag menyoroti potensi mpq dalam publikasi mereka. Kurasi dari “taste maker” juga menyertakan single tersebut, di antaranya A-Indie, Spincoaster, dan BiKN Festival dari Jepang.
Dukungan internasional semakin kuat dengan airtime di MBC FM4U, radio pop Korea Selatan yang telah mengudara sejak 1990-an.
Resepsi positif ini menjadi sinyal bahwa mpq berhasil memperluas audiens sekaligus memperkuat identitas musikal mereka. Dengan eksplorasi pop-rock eklektik yang khas, mpq menunjukkan konsistensi dalam menghadirkan karya yang relevan dan berdaya saing di kancah internasional.
Dalam sebuah pernyataan resmi, vokalis Alit Djarot menuturkan bahwa album kedua ini adalah perjalanan baru bagi mpq.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mpq bukan hanya band kampus, tetapi bagian dari ekosistem musik Indonesia yang terus berkembang. Dukungan dari pendengar, baik di dalam maupun luar negeri, menjadi energi besar untuk kami,” kata Alit Djarot.
Album kedua mpq dijadwalkan rilis pada kuartal 4 tahun ini. Dengan dukungan resepsi positif dari media internasional dan platform digital, mpq semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu band Indonesia yang mampu menembus batas lokal dan meraih perhatian global. []

