Jakarta – Penyanyi asal Malaysia, Luqman Podolski, menghadirkan karya terbaru berjudul “Ayah” yang dirilis tepat pada peringatan Hari Ayah, 21 Juni 2026. Single ini dilepas di bawah label Sony Music Malaysia dan langsung mencuri perhatian karena mengangkat tema yang jarang dibicarakan secara terbuka.
Berbeda dari kebanyakan lagu bertema ayah yang menonjolkan kasih sayang dan pengorbanan, “Ayah” justru menyoroti pengalaman emosional dari sosok ayah yang gagal menjalankan perannya dalam keluarga.
Menurut Luqman, karya ini lahir sebagai refleksi atas realitas yang dialami sebagian masyarakat.
“Tidak semua orang memiliki pengalaman indah bersama ayah mereka. Ada yang tumbuh dengan luka, kekecewaan, dan kenangan yang sulit dilupakan,” tutur Luqman.
“Lagu ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan untuk memberikan ruang bagi mereka yang pernah mengalami hal tersebut agar merasa didengar,” ucapnya.
Luqman menekankan bahwa seni tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan kisah bahagia, tetapi juga merekam realitas kehidupan. Konflik emosional, persoalan keluarga, hingga pengalaman pahit adalah bagian dari perjalanan manusia yang layak diangkat ke dalam karya.
Pendekatan ini sejalan dengan tradisi musik internasional, khususnya di genre hip hop dan rap, di mana musisi kerap menjadikan karya mereka sebagai wadah ekspresi dan diskusi isu sosial yang jarang dibicarakan.
Melalui “Ayah”, Luqman Podolski tidak sekadar merilis lagu, tetapi juga membuka ruang percakapan mengenai dinamika keluarga yang sering dipendam.
Lagu ini menjadi cerminan bahwa musik mampu berfungsi sebagai suara bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa, sekaligus mengingatkan bahwa tidak semua kisah keluarga berakhir dengan kebahagiaan.
Single “Ayah” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan layanan musik lainnya. []

