MBG di Persimpangan Jalan: Kritik MBG Watch dan Tuduhan Korupsi Harian

Jakarta, Opsi.id  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kembali menjadi sorotan. 

Dalam sebuah diskusi publik bertajuk “Bagaimana lagi Cara Menghentikan Proyek MBG ini?”, Direktur Kebijakan Publik CELIOS sekaligus penggagas MBG Watch, Media Wahyudi Askar, melontarkan kritik tajam terhadap tata kelola program yang menghabiskan anggaran ratusan triliun rupiah tersebut. 

Diskusi itu digelar pada 7 Agustus 2026 dan diunggah melalui kanal YouTube Satu Visi Utama.

Dalam pemaparannya, Wahyudi tidak hanya mempertanyakan efektivitas MBG, tetapi juga mengungkap dugaan potensi korupsi, konflik kepentingan dalam penunjukan yayasan pengelola dapur, hingga menawarkan berbagai bentuk tekanan politik dan hukum terhadap pemerintah. 

Dugaan “Korupsi Harian”

Salah satu pernyataan paling menyita perhatian adalah ketika Wahyudi menyebut MBG memiliki karakteristik berbeda dibanding proyek pemerintah lainnya karena, menurutnya, potensi penyimpangan dapat terjadi setiap hari.

Ia mencontohkan dugaan manipulasi pengadaan bahan pangan yang bisa berganti dari telur, sayuran, hingga komoditas lainnya secara bergiliran.

Wahyudi juga mengaku menerima berbagai laporan dari pedagang yang memasok kebutuhan MBG melalui platform MBG Watch.

Menurutnya, sejumlah pedagang mengaku diminta mengembalikan sebagian uang pembayaran atau cashback setelah transaksi dilakukan. 

Ia menyebut dugaan praktik tersebut dialami oleh lebih dari satu pedagang di sejumlah pasar. 

Yayasan Swasta

Sorotan lain diarahkan kepada mekanisme penunjukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola yayasan.

Menurut Wahyudi, berdasarkan perhitungan yang ia sebut pernah didiskusikan bersama Badan Gizi Nasional (BGN), investasi pembangunan SPPG dapat kembali dalam waktu sekitar dua tahun.

Ia kemudian mempertanyakan penggunaan entitas swasta dalam menjalankan program sosial berskala nasional karena dinilai membuka ruang keuntungan ekonomi yang besar.

Lebih jauh, ia mengklaim MBG Watch pernah melakukan penelusuran terhadap data yayasan yang sempat ditampilkan pada laman BGN. 

Dari hasil penelusuran itu, menurutnya, terdapat indikasi hubungan sejumlah yayasan dengan tokoh maupun kelompok tertentu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Perang Kelompok Pecah di Gowa, 5 Pemuda Diciduk Polisi saat Sembunyi di Rumah Kosong

Gowa, OPSI.ID - Polisi mengamankan lima pemuda yang diduga...

Dipecat Prabowo, Purbaya: Tidak Mau Jadi Pejabat Lagi, Mending Pergi Mancing

Jakarta, OPSI.ID - Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dirinya tidak...

Roy Suryo Dapat Ganti Rugi Rp5 Juta, Praperadilan Dikabulkan Sebagian

Jakarta, OPSI.ID - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel)...

Utang Luar Negeri Indonesia Nyaris Rp8.100 Triliun, BI Beberkan Penyebabnya

Jakarta, OPSI.ID - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang...

Spotify Hadirkan K-Pop ON! Hub, Ruang Baru untuk Penggemar K-Pop

Jakarta - Bagi penggemar K-pop, mengikuti perjalanan seorang artis...

Sheryl Sheinafia Rangkum Perjalanan Emosional dalam 9 Lagu Album Bittersweet

Jakarta – Setelah memperkenalkan sejumlah sisi berbeda dalam perjalanan...

Berita Terbaru

Popular Categories