Menpan RB: Langkah Strategis Dilakukan untuk Penanganan Tenaga Honorer

Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terkait isu tenaga honorer di instansi pemerintahan.

“Tenaga honorer senantiasa menjadi perhatian serius pemerintah. Langkah strategis dan signifikan telah banyak dilakukan pemerintah untuk penanganan tenaga honorer,” kata Tjahjo meneruskan keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin, 24 Januari 2022.

Pada 2005 hingga 2014, lanjutnya, pemerintah telah mengangkat lebih dari satu juta tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pengangkatan itu bersamaan dengan rekrutmen CASN dari pelamar umum, tambahnya.

“Pada 2005 hingga 2014, Pemerintah telah mengangkat 1.070.092 tenaga honorer menjadi ASN. Dalam kurun waktu yang sama, pemerintah hanya mengangkat 775.884 ASN dari pelamar umum,” tuturnya.

Selain itu, penanganan tenaga honorer oleh pemerintah juga diperkuat dengan penerapan berbagai kebijakan, antara lain Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005 jo PP Nomor 43 Tahun 2007, yang diubah dalam PP Nomor 56 Tahun 2012 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS.

“Dalam PP tersebut, tertulis bahwa THK-II (Tenaga Honorer Kategori II) diberikan kesempatan untuk seleksi satu kali,” kata dia.

Dia menuturkan, hasilnya dari 648.462 THK-II yang ada di database, terdapat 209.872 THK-II lulus seleksi dan 438.590 THK-II tidak lulus. Jadi, sisanya pada database 2012 sejumlah 438.590 THK-II.

Pemerintah telah memutuskan untuk menyelesaikan status tenaga honorer di instansi pemerintahan pada 2023.

Sehingga, status pegawai pemerintah nanti hanya akan ada dua jenis, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Terkait tenaga honorer, melalui PP akan diberikan kesempatan untuk diselesaikan sampai dengan tahun 2023,” katanya.

Terkait beberapa pekerjaan di instansi pemerintahan, seperti petugas keamanan dan kebersihan, Tjahjo mengatakan hal itu akan dipenuhi melalui tenaga alih daya melalui pihak ketiga atau pekerja outsourcing.

“Untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan-pekerjaan yang sangat basic, seperti cleaning service, security, dll; itu disarankan untuk dipenuhi melalui tenaga alih daya dengan beban biaya umum, dan bukan biaya gaji (payroll),” ucap Tjahjo.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Preview Piala Dunia 2026: Skotlandia vs Haiti, Duel Dua Kuda Hitam di Grup C

BOSTON, Opsi.id  – Laga pembuka Grup C Piala Dunia...

Brasil vs Maroko: Duel Panas Grup C, Selecao Hadapi Kuda Hitam Afrika

Jakarta, Opsi.id - Pertarungan menarik tersaji di Grup C...

Preview Qatar vs Swiss: Ujian Berat Sang Juara Asia

Piala Dunia 2026 Grup B San Francisco Bay...

Grace Natalie: Jokowi Segera Kenakan Jaket PSI dan Keliling Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina

KUPANG, Opsi.id  – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas...

Wesly Hadiri Pelantikan Al Washliyah Siantar, Serahkan Santunan Anak Yatim Rp15 Juta

PEMATANGSIANTAR, Opsi.id  – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menghadiri...

Berita Terbaru

Popular Categories