Mentan Amran Bongkar Dugaan Permainan Beras Fortifikasi, Selisih Harga Disebut Capai Puluhan Ribu per Kilogram

Amran mengatakan pemerintah telah mengambil sampel beras dari berbagai daerah untuk diperiksa.

Beras yang menjadi temuan tersebut, menurut dia, juga telah ditarik dari peredaran.

“Kita sekarang pemeriksaan sampelnya sudah diambil seluruh Indonesia,” kata Amran.

Ia menyebut beras yang menjadi temuan pemerintah telah ditarik dan diamankan.

Pengawasan tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

38 Tersangka Kasus Beras Oplosan

Selain persoalan beras fortifikasi, Amran mengungkap perkembangan penindakan terhadap kasus beras yang sebelumnya diduga dioplos dan dijual dengan label atau kelas yang lebih tinggi.

Menurut Amran, dari laporan yang telah disampaikan kepada aparat penegak hukum, sebanyak 38 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia mengatakan sebagian perkara bahkan telah berlanjut ke tahap persidangan.

“Sudah ada terdakwa dan seterusnya sudah ditahan,” ujar Amran, dikutip Rabu (12/8/2026).

Sebelumnya, pemerintah juga disebut telah mengirimkan laporan terkait 212 merek kepada Mabes Polri dalam penanganan kasus beras.

Amran: Negara Tidak Boleh Kalah

Ketika ditanya apakah dugaan permainan dalam sektor perberasan dapat benar-benar diberantas, Amran memberikan jawaban tegas.

Ia mengatakan negara tidak boleh kalah menghadapi pihak-pihak yang merugikan petani maupun konsumen.

“Negara tidak boleh kalah,” tegas Amran.

Ia bahkan meminta agar pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran diberikan hukuman berat, terutama apabila pelakunya merupakan residivis atau mengulangi perbuatannya dengan modus berbeda.

Menurut Amran, persoalan beras fortifikasi akan menjadi bagian dari penindakan berikutnya setelah pemerintah menangani kasus beras oplosan.

Bukan Hanya Konsumen, Petani Juga Harus Dilindungi

Di sisi lain, Amran menegaskan kebijakan perberasan tidak semata-mata harus mempertimbangkan kepentingan konsumen.

Pemerintah juga harus menjaga kesejahteraan petani.

Ia mengatakan keberadaan Bulog memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan harga, baik bagi petani maupun konsumen.

Amran juga menyampaikan bahwa pemerintah memiliki stok beras sekitar 5,2 juta ton di gudang Bulog.

Selain itu, pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menghadapi potensi kekeringan, termasuk perbaikan irigasi, pompanisasi dan optimalisasi lahan.

Bagi pemerintah, persoalan utama bukan sekadar harga beras mahal atau murah, tetapi bagaimana memastikan beras yang dikonsumsi masyarakat benar-benar sesuai dengan kualitas dan klaim yang tercantum pada produknya, sekaligus memastikan petani tetap mendapatkan harga yang layak.

Amran pun menegaskan pemerintah tidak akan mundur dalam upaya memberantas praktik yang dinilai merugikan masyarakat di sektor pangan. []

Baca juga: Bulog Sulselbar Jamin Stok Beras Aman Sampai Juni 2027

Baca juga: Mentan Amran Bantu Modal Rp20 Juta untuk Pedagang Kerupuk di Bone

Baca juga: Prabowo Geber Ketahanan Pangan: Gudang Bulog 5,3 Juta Ton, Pupuk Diekspor ke Lima Negara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Urus Paspor Makin Mudah, Imigrasi Cirebon Hadirkan Layanan PASPORIA di Ruang Publik

Cirebon – Masyarakat yang ingin mengurus paspor kini memiliki akses...

Unhas Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa untuk Xanana Gusmao, Ini Alasannya

Makassar, OPSI.ID - Universitas Hasanuddin (Unhas) akan menganugerahkan gelar Doctor...

Nova Arianto Bidik Laos, Garuda Muda Benahi Finishing Usai Ditahan Malaysia

Vientiane, Opsi.id  – Hasil imbang tanpa gol kontra Malaysia...

Diduga Kirim DM Mesum ke Perempuan, Dokter Obgyn di Curup Dinonaktifkan Klinik

Curup, Opsi.id – Kasus dugaan dokter spesialis obstetri dan...

Di Depan Putin, Prabowo: 1.000 Teman Terlalu Sedikit, Satu Musuh Terlalu Banyak

VLADIVOSTOK, Opsi.id  – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas...

‎Pramono Anung: Pembangunan Giant Sea Wall Diperlukan untuk Tangani Banjir Rob

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pembangunan...

PSM Makassar dapat Patch Khusus2 di Liga 1 2026/2027, Tanda Penghormatan untuk Para Juara

Makassar, OPSI.ID - PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghadirkan...

Banjir Nepal Seret Ikan Lele Raksasa ke India, Warga Dilarang Konsumsi

BIHAR, Opsi.id  – Banjir yang menerjang Nepal membawa kejutan...

Berita Terbaru

Popular Categories