Jakarta – Duo musik MIRZATAMI, yang digawangi oleh Yudhistira Mirza dan Charita Utami, resmi merilis album penuh perdana mereka bertajuk “Jejak”. Album ini menjadi tonggak penting perjalanan musikal mereka setelah sebelumnya memperkenalkan mini album “Detak” (2018) dan sejumlah single yang lebih dulu hadir di publik.
Nama panggung MIRZATAMI dipilih agar mudah diingat dan diucapkan oleh khalayak pendengar. Berawal dari pertemuan pada 2015, keduanya menemukan kesamaan visi dalam mengeksplorasi corak musik etnik, folk, dan elektronik. Dari sinilah lahir karya-karya yang kemudian membentuk identitas musikal mereka.
Album “Jejak” berisi 10 lagu yang merekam perjalanan kreatif MIRZATAMI selama lebih dari satu dekade. Deretan lagu tersebut adalah “Jejak (Intro)”, “Rampas”, “Usai Usia”, “Serang Serang”, “Saling Menghidupkan”, “Selat (Interlude)”, “Tembang Kembang”, “Sembuh Tumbuh”, “Pasrah”, dan “Sadar Sandar”.
Empat di antaranya, yakni “Usai Usia” (2020), “Saling Menghidupkan” (2021), “Sadar Sandar” (2025), dan “Rampas (2025)”, sudah lebih dulu dirilis sebagai single dan mendapat sambutan positif dari pendengar.
Dalam proses kreatif maupun skala pertunjukan besar, MIRZATAMI juga mendapat dukungan dari sejumlah musisi seperti Geraldo Oryza (bass), Housman Pranoto (drum), dan Pandji Putranda (piano). Kolaborasi ini memperkaya warna musik yang mereka sajikan, menjadikan Jejak sebagai karya yang matang secara musikal.
Charita Utami memiliki rekam jejak panjang di industri musik. Ia memulai karier bersama The Trees and The Wild sejak 2008, merilis album “Rasuk” (2009) dan “Zaman, Zaman” (2016). Tami juga sempat bergabung dengan grup EDM Midnight Quickie yang merilis album “Being Bad Feels Good” (2014), berkolaborasi dengan Fourtwnty dalam lagu “Mangu” (2022), serta merilis solo EP “Omahati” (2023).
Sementara itu, Yudhistira Mirza membentuk grup Parisude pada 2009, menghasilkan dua mini album “Sudut Pandang” dan “Musikalisasi”, serta full album “Trikaya Parisude” bersama Amanda Chitarra. Ia juga sempat bergabung dengan grup Talun Awan dan merilis mini album “Anakto”.
Di luar aktivitas sebagai gitaris, Mirza berperan sebagai produser untuk single “Pikiran dan Perjalanan” dari Barasuara (2019) serta single “Only Ever In Daylight” dari Jelita Clough (2022).
Dengan latar belakang yang kaya dari pengalaman masing-masing anggota, album “Jejak” hadir sebagai karya yang tidak hanya menandai eksistensi MIRZATAMI di industri musik, tetapi juga sebagai pernyataan artistik bahwa perpaduan etnik, folk, dan elektronik mampu menghadirkan musik yang relevan dan menyentuh hati pendengar masa kini.
Saat ini, seluruh materi dalam album “Jejak” milik MIRZATAMI sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital. []


