MK Wajibkan KPU Coret Parpol yang Abaikan Keterwakilan Perempuan 30%

Jakarta – Mahkamah Konstitusi memutuskan partai politik yang tidak memenuhi kuota keterwakilan perempuan minimal 30 persen dapat digugurkan dari pemilu di daerah pemilihan terkait.

Putusan itu dibacakan dalam Sidang Pengucapan Putusan Nomor 128/PUU-XXIV/2026 pada Senin, 25 Mei 2026.

Hakim Konstitusi Adies Kadir menegaskan KPU wajib mencoret partai politik yang tidak memenuhi syarat keterwakilan perempuan dalam daftar bakal calon legislatif.

Menurut Adies, aturan tersebut penting untuk mewujudkan pemilu yang adil. Selain itu, aturan itu juga bertujuan meningkatkan keterwakilan perempuan di DPR dan DPRD.

Gugatan Diajukan Empat Mahasiswa

Perkara ini diajukan oleh empat mahasiswa, yakni Maya Novita Sari, Imas Dion Febriani, Cahya Camila Evanglin, dan Fatati Nailul Munadia.

Mereka menguji Pasal 245 Undang-Undang Pemilu. Para pemohon menilai aturan itu tidak memiliki sanksi tegas bagi partai yang melanggar kuota perempuan.

Karena itu, mereka meminta MK memberi kepastian hukum agar aturan kuota perempuan benar-benar diterapkan.

MK Nilai Aturan Sebelumnya Lemah

Dalam pertimbangannya, MK menilai Pasal 245 UU Pemilu belum memiliki daya paksa. Sebab, aturan itu tidak memuat sanksi tegas bagi partai politik.

Akibatnya, sejumlah partai tetap bisa mengikuti pemilu meski tidak memenuhi kuota perempuan 30 persen.

Adies mengatakan verifikasi yang dilakukan KPU harus memastikan keterwakilan perempuan terpenuhi hingga tahap daftar calon tetap (DCT).

“Dalil para pemohon yang mempersoalkan ketiadaan ancaman sanksi dalam Pasal 245 UU Pemilu beralasan menurut hukum,” ujar Adies.

MK Kabulkan Sebagian Permohonan

Ketua MK Suhartoyo menyatakan mahkamah mengabulkan sebagian permohonan para pemohon.

MK menyatakan Pasal 245 UU Pemilu bertentangan dengan UUD 1945 secara bersyarat. Karena itu, partai politik yang tidak memenuhi kuota perempuan dapat digugurkan dari daerah pemilihan terkait.

Selain itu, MK meminta KPU di semua tingkatan menjalankan aturan tersebut secara tegas.

Pemohon Soroti Kasus di Daerah

Sebelumnya, para pemohon menyoroti sejumlah daerah pemilihan yang tetap meloloskan partai tanpa keterwakilan perempuan.

Maya Novita Sari mengatakan kondisi itu terjadi karena aturan sebelumnya hanya bersifat administratif. Dengan demikian, partai politik tidak mendapat sanksi serius.

Para pemohon juga menilai keterwakilan perempuan penting untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan dalam pengambilan kebijakan publik.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Jokowi Klaim Sudah Fit 100 Persen dan Siap Keliling Indonesia

Solo – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan...

PSI Sebut Jokowi Siap Blusukan Lagi hingga Tingkat Kecamatan

Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan siap mengawal...

Menkeu Purbaya: Insentif Mobil dan Motor Listrik Mundur

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan...

Persimaju Menuju Bantul, Febrianto: Kami datang untuk Bertarung Seribu Persen

Mamuju, OPSI.ID - Penasehat Persimaju sekaligus Ketua PSSI Mamuju,...

Ditlantas Polda Sulbar Perkuat Pengawasan Malam Hari demi Keselamatan Berlalu Lintas

Mamuju, OPSI.ID - Demi mewujudkan keamanan, ketertiban dan keselamatan...

Kiai Maman Ingatkan Risiko Besar di Muzdalifah: Keselamatan Jemaah Harus Prioritas

MEKKAH – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI...

Berita Terbaru

Popular Categories