Muannas: Ucapan Edy Mulyadi Lebih Bahaya dari Ferdinand dan Bahar Smith!

Jakarta – Direktur Eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Muannas Alaidid menilai pernyataan ataupun provokasi Edy Mulyadi menyoal lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai “tempat jin buang anak”, jauh lebih berbahaya dari kasus hukum yang kini membelit Ferdinand Hutahaean dan Bahar bin Smith.

“Ucapan Edy jauh lebih bahaya dibanding Ferdinand & Bahar,” kata Muannas Alaidid dikutip Opsi dari akun Twitter pribadinya, Senin, 24 Januari 2022.

Muannas pun mendorong Kepolisian RI (Polri) untuk segera membekuk Edy Mulyadi atas provokasi yang dilakukannya menggunakan platform YouTube.

Namun, dia menggarisbawahi bahwa Edy Mulyadi harus dicokok bukan karena ejekkannya terhadap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

“Polri harus segera tangkap Edy Mulyadi bukan karena hinaan terhadap Prabowo, tapi atas tuduhan kebencian dan merendahkan suku di Indonesia,” kata Muannas.

“Utamanya saudara kita di Kaltim bahkan semua yang hadir & penggagas acara itu dapat dimintai tangung jawab pidana,” lanjutnya.

Sebelumnya, pernyataan Edy Mulyadi melalui video di YouTube yang menyebut lokasi IKN Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai “tempat jin buang anak” lalu dipasarkan kepada “genderuwo” dan “kuntilanak”, kini berbuntut dengan laporan ke pihak kepolisian.

Perwakilan Pemuda Lintas Agama Kalimantan Timur bernama Daniel A Sihotang resmi melaporkan Edy Mulyadi ke Polresta Samarinda pada Minggu, 23 Januari 2022.

Dia menduga Edy Mulyadi sudah melanggar hukum terkait penyebaran berita bohong dan dugaan penghinaan terhadap masyarakat Kalimantan melalui media elektronik, dalam hal ini menggunakan YouTube.

“Dugaan berita bohong dan menimbulkan kebencian dan permusuhan individu dan/kelompok masyarakat tertentu berdasarkan Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA),” kata Daniel dalam keterangan tertulisnya diterima Opsi di Jakarta, Minggu, 23 Januari 2022. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

El Popo Buka EP Dumbo Fantastico Lewat Single Ngantuk

Jakarta - Dunia modern, khususnya bagi mereka yang hidup...

CUAN.AI, Inovasi Mahasiswa ITPLN Raih Juara 2 Nasional

Jakarta – Tim Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Institut...

Slowdive hingga Caribou Bakal Manggung di Joyland Sessions 2026

Jakarta - Promotor penyelenggara Plainsong Live secara resmi merilis...

Unit Indie-Pop Bogor, Starrducc Siap Gebrak Panggung Music Lane Festival Okinawa

Jakarta - Industri musik independen tanah air kembali mencatatkan...

Protocol Afro Bungkus Suara Kritis Kepada Sistem di Single Anarki

Jakarta - Industri musik independen Indonesia selalu menarik untuk...

Wantimpres Bukan Sekadar Pengkritik, Ini Kedudukan dan Tugasnya

JAKARTA, Opsi.id  – Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) memiliki kedudukan...

Buntut Diusir dari Ruang Sidang, Ahli Relawan Gibran Adukan Wakil Ketua MK dan Hakim ke MKMK

JAKARTA, Opsi.id – Persidangan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

Formasi Laporkan 9 Hakim MK ke MKMK Terkait Perkara Ijazah Gibran

Jakarta, OPSI.ID - Mahasiswa Indonesia (Formasi) melaporkan sembilan hakim Mahkamah...

Berita Terbaru

Popular Categories