Jakarta – Malam kedua Prambanan Jazz Festival 2026 menghadirkan makna mendalam dari tema besar “Celebrate The Joy”. Festival ini bukan sekadar ajang musik, melainkan ruang kebahagiaan sederhana: berkumpul, berbagi momen, dan pulang ke rumah yang selalu terasa akrab.
Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Alimi, menegaskan bahwa festival ini adalah rumah yang terbuka untuk semua orang.
“Prambanan Jazz Festival adalah ruang untuk pulang, tempat menghadirkan sukacita, dan tempat orang-orang terus kembali,” ujarnya.
Makna “kembali pulang” semakin nyata lewat kehadiran dua headliner internasional. NIKI, penyanyi asal Indonesia yang kini mendunia, kembali ke tanah kelahirannya untuk berbagi sukacita bersama penggemar.
Antusiasme penonton begitu besar hingga memenuhi area festival, menjadi bukti bahwa selalu ada rumah untuk kembali.
Sementara itu, Joey Alexander tampil bersama Joey Alexander Quartet featuring Jaleel Shaw, dengan special guest Dewa Budjana dan Natasha Elvira. Joey, wajah Indonesia di panggung jazz dunia, menjadikan kepulangannya simbol bahwa prestasi global tetap berakar kuat di tanah air. Penampilannya mengajak penonton merayakan sukacita yang lahir dari rumah sendiri.
Perayaan juga hadir melalui seni pertunjukan Wayang Bocor karya Eko Nugroho, yang berkolaborasi dengan koreografer internasional Eko Supriyanto. Pertunjukan ini menjadi cerminan bahwa panggung Prambanan Jazz Festival adalah ruang perayaan bagi karya-karya tanah air yang mendunia.
Hari kedua Prambanan Jazz Festival 2026 membuktikan bahwa sukacita dapat hadir dalam berbagai bentuk: musik, seni rupa, hingga seni pertunjukan. Semua berpadu mempertemukan kebanggaan dan harapan dalam satu perayaan.
Di bawah langit Prambanan, setiap penampilan menjadi pengingat bahwa sejauh apapun perjalanan membawa seseorang melangkah, selalu ada rumah untuk pulang. []


