Jakarta, OPSI.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong percepatan pengelolaan sampah nasional melalui pemanfaatan teknologi pirolisis.
Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi solusi tambahan untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan bahan bakar terbarukan.
Menurut Zulkifli, persoalan sampah di Indonesia membutuhkan pendekatan baru yang tidak hanya mengandalkan metode pengelolaan konvensional.
Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengolahan sampah, termasuk melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
“Persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa. Kita membutuhkan percepatan melalui intervensi teknologi,” kata Zulkifli dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, pirolisis memiliki potensi untuk mengolah sampah yang telah menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi bahan bakar terbarukan yang memiliki karakteristik setara solar.
“Karena itu, selain pembangunan PSEL, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi pirolisis agar semakin banyak sampah yang dapat diolah menjadi energi,” ujarnya.
Zulkifli menyebut penerapan teknologi pirolisis secara luas berpotensi menangani sekitar 20 persen persoalan sampah nasional.
Untuk mempercepat implementasinya, sejumlah kementerian, instansi, TNI, serta pemerintah daerah mulai terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut.
Salah satu bentuk kolaborasi dilakukan TNI Angkatan Darat bersama pemerintah daerah untuk mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional PSEL Bogor Raya 1.


