TAPANULI TENGAH – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan dana stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra Utara pada November 2025 lalu.
Penyerahan bantuan dilakukan secara serentak melalui skema hybrid yang dipusatkan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Selasa (21/6/2026).
Di Aceh Tamiang, penyerahan bantuan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Sementara di Tapanuli Tengah, kegiatan dipimpin langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Pratikno mengatakan, bantuan dana stimulan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana.
Hingga saat ini, total dana stimulan yang telah disalurkan untuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai Rp654,87 miliar.
Bantuan itu diperuntukkan bagi 18.345 unit rumah rusak ringan dan 12.390 unit rumah rusak sedang.
Khusus di Aceh Tamiang, bantuan yang disalurkan mencapai Rp117,96 miliar untuk 4.469 kepala keluarga.
Besaran bantuan diberikan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta bagi rumah rusak sedang.
“Melalui langkah ini, kita berharap masyarakat korban bencana dapat kembali hidup normal seperti sediakala.
Atas arahan Bapak Presiden, kita tidak hanya ingin mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Pratikno.
Tapteng Terima Rp31,2 Miliar
Sementara itu di Tapanuli Tengah, BNPB menyalurkan bantuan tahap pertama senilai Rp31,2 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp16,7 miliar diberikan kepada 1.098 kepala keluarga yang rumahnya rusak ringan, dan Rp14,7 miliar untuk 493 kepala keluarga dengan kategori rumah rusak sedang.
Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa bantuan untuk Tapanuli Tengah tidak berhenti pada tahap pertama saja.
Pemerintah akan terus menyalurkan bantuan lanjutan seiring masuknya data dari pemerintah daerah.
“Masih banyak warga Tapanuli Tengah yang rumahnya rusak ringan dan sedang namun belum mendapatkan bantuan hari ini.
Tapi jangan khawatir, mereka bukan dilupakan, hanya menunggu giliran,” kata Suharyanto.
Ia meminta pemerintah daerah segera mempercepat pengiriman data warga terdampak agar penyaluran tahap berikutnya bisa segera direalisasikan.
Huntap untuk Rumah Rusak Berat
Selain bantuan dana perbaikan rumah, pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat, hanyut, atau berada di kawasan rawan bencana.
Di Aceh, pembangunan huntap ditargetkan sebanyak 18.354 unit, di Sumatra Utara 6.432 unit, dan di Sumatra Barat 4.186 unit.
Hunian tersebut dibangun setara rumah tipe 36 dengan dua kamar tidur, kamar mandi, dapur, serta halaman kecil.
Lokasinya dipastikan aman dari banjir dan longsor serta dibangun dengan konstruksi tahan gempa.
BNPB bersama TNI, Polri, dan Kementerian PUPR juga terus melakukan penanganan infrastruktur vital, seperti normalisasi sungai dan perbaikan jembatan guna mengantisipasi ancaman bencana susulan.[]


