Meski demikian, Adi Deriyan menegaskan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, khususnya terkait penanganan kasus perempuan dan anak yang masih membutuhkan perhatian serius.
“Kasus-kasus yang belum tuntas harus menjadi perhatian serius kita semua dan segera diselesaikan. Ini kunci utama menjaga kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran anggota Polri sebagai orang tua dan kepala keluarga. Ia menilai keteladanan orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak.
“Berikanlah contoh yang baik dan ajarkanlah agama kepada anak-anak kita. Agama adalah kompas hidup yang menuntun arah mereka,” pesan Adi Deriyan.
Ia menambahkan bahwa pendidikan agama harus dimulai dari orang tua sebagai contoh utama di rumah. Dengan keteladanan yang baik, anak-anak akan memiliki pedoman hidup yang jelas dan terarah.
Menutup arahannya, Adi Deriyan mengajak seluruh personel untuk terus menciptakan kesan positif dalam setiap kegiatan kepolisian, sehingga masyarakat merasa nyaman dan semakin dekat dengan institusi Polri.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya bersih dan rapi di lingkungan kerja sebagai bagian dari pembentukan karakter Bhayangkara yang disiplin, berwibawa, dan dicintai masyarakat.
“Jaga selalu nama baik Polda Sulbar. Saya juga mencoba menanamkan satu budaya sederhana namun penting, yaitu budaya bersih dan rapi. Semoga melalui kedisiplinan menjaga kebersihan dan kerapian, kita dapat tumbuh menjadi pribadi Bhayangkara yang lebih baik, berwibawa, dan dicintai masyarakat,” tutupnya. []
Reporter: Eka Musriang

