Narkotika dan Tantangan Keamanan
Persoalan narkotika menunjukkan bahwa tantangan keamanan saat ini tidak hanya berbentuk kejahatan konvensional.
Jaringan narkotika dapat melibatkan berbagai aktor, memiliki rantai distribusi yang panjang, dan berdampak pada masyarakat dalam skala luas.
Oleh karena itu, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penindakan.
Pencegahan, edukasi, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, serta pemutusan jaringan kejahatan harus berjalan secara bersamaan.
Pengalaman Suyudi di BNN RI dapat menjadi salah satu bekal penting dalam melihat permasalahan tersebut secara lebih menyeluruh.
Tetapi sekali lagi, keberhasilan akan ditentukan oleh bagaimana pengalaman itu diterjemahkan menjadi kebijakan yang terukur dan dapat dirasakan masyarakat.
Masyarakat Bukan Objek
Ada satu hal yang perlu terus ditegaskan: masyarakat bukan objek dari kerja kepolisian.
Masyarakat adalah subjek sekaligus mitra dalam menciptakan keamanan.
Oleh karena itu, konsep “Polri Bersama Masyarakat” seharusnya mengubah cara pandang institusi dalam melihat hubungan dengan publik.
Polisi tidak hanya datang ketika terjadi kejahatan. Polisi juga harus hadir dalam pencegahan, membangun komunikasi, mendengar persoalan masyarakat, dan menciptakan rasa aman sebelum persoalan berkembang menjadi konflik.
Keamanan tidak mungkin dibangun hanya dari kantor polisi. Keamanan membutuhkan kepercayaan, komunikasi, dan partisipasi masyarakat.


