Jakarta – Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Rabu (29/04/2026). Salah satu proyek strategis tersebut berada di Sei Mangkei.
Prabowo menegaskan hilirisasi merupakan kunci meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“Groundbreaking hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis hilirisasi, senilai kurang lebih Rp116 triliun meliputi 5 proyek di sektor energi, 5 proyek di sektor mineral, 3 proyek di sektor pertanian,” ujar Prabowo.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan proyek tahap II menjadi kelanjutan strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional.
BACA: Gelar Customer Gathering 2021, Inalum Dukung Pemerintah Percepat Hilirisasi Industri Nasional
Menurutnya, pengelolaan aset negara harus menjadi katalisator transformasi ekonomi demi kesejahteraan rakyat.
Salah Satu Proyek di Sumut: Sei Mangkei
Dalam daftar 13 proyek strategis, Sei Mangkei mendapat proyek pengolahan sawit menjadi oleofood dan biodiesel.
Proyek ini diproyeksikan memperkuat hilirisasi komoditas sawit nasional sekaligus memberi nilai tambah lebih besar bagi daerah penghasil.
Proyek lainnya:
- Kilang gasoline di Dumai dan Cilacap
- Tangki BBM di Palaran, Biak, Maumere
- Produksi DME di Tanjung Enim
- Baja nirkarat di Indonesia Morowali Industrial Park
- Hilirisasi tembaga dan emas di Gresik
- Pengolahan pala dan kelapa di Maluku Tengah
Dengan investasi besar dan proyek lintas sektor, hilirisasi tahap II disebut menjadi pijakan strategis menuju Indonesia yang lebih mandiri, berdaulat, dan berdaya saing global.[]


