Jakarta – Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pengembangan proyek hilirisasi nasional yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Pernyataan itu disampaikan saat groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Rabu (29/04/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menekankan setiap proyek strategis harus terus dievaluasi secara objektif dan ilmiah seiring perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Menurutnya, pemerintah harus berani mengubah rencana bila tersedia teknologi yang lebih baik dan lebih menguntungkan rakyat.
“Saya minta kita objektif dan kita bersifat saintifik. Kita hitung secara matematik. Kalau hari ini terjadi perkembangan teknologi, kita bisa mendapat teknologi yang lebih bagus, teknologi yang lebih murah, menghasilkan sesuatu yang lebih untung bagi rakyat, kita harus berani mengubah rencana,” tegas Prabowo.
BACA: Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, Sei Mangkei Masuk Daftar
Ia juga menginstruksikan Satgas Hilirisasi dan BPI Danantara untuk terus mengkaji pilihan teknologi terbaik dengan mengedepankan efisiensi dan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kaji terus teknologi, lihat. Matematis, matematis, matematis. Tidak ada kepentingan lain. Yang paling efisien, menguntungkan rakyat, itu yang harus dijalankan,” lanjutnya.


