Kisah dari Nias
Tak hanya berbicara konsep, Presiden juga membagikan contoh nyata bagaimana teknologi mampu menyelesaikan masalah di daerah terpencil dengan cepat.
“Teknologi bisa berbuat itu. Kesulitan di satu desa, di Nias, langsung, dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat,” ujarnya.
Kisah sederhana ini menjadi bukti bahwa digitalisasi pemerintahan bukan sekadar slogan, melainkan benar-benar berdampak hingga ke pelosok negeri.
Tapi Hati-Hati
Meski mengapresiasi manfaat teknologi, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa setiap kemajuan punya potensi bahaya jika disalahgunakan.
Ia mengambil contoh teknologi nuklir sebagai analogi yang tajam.
Baca juga: Pramono Anung Genjot Pemprov DKI Optimalkan Teknologi dan AI Menuju Top 20 Global City
“Tapi kita tahu juga teknologi juga belum tentu selalu positif bagi manusia. Sekarang kita lihat, nuklir di satu pihak luar biasa bisa membantu manusia. Energi yang sangat murah, energi yang relatif bersih. Nuklir untuk medis, nuklir untuk pertanian, iya. Tapi nuklir bisa menghabiskan peradaban manusia langsung,” tuturnya.
AI Jadi Tantangan Baru
Presiden juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan kemunculan agent AI sebagai tantangan zaman yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Bahkan, ia menyebut kemampuan mesin sekarang sudah melampaui manusia di berbagai bidang.
Termasuk dalam permainan catur yang dulu identik dengan kecerdasan strategis manusia.
“Jadi manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat. Sekarang juara catur saja kalah sama mesin, juara catur. Mesin sekarang bisa membuat karya-karya luar biasa. Inilah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu,” tandas Presiden. []


