Cirebon – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon dikemas dengan cara berbeda. Tak sekadar menghadirkan suasana perayaan di stasiun, KAI juga memberikan apresiasi langsung kepada pelanggan sekaligus memperkuat edukasi keselamatan perjalanan kereta api.
Sejumlah kegiatan digelar untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, mulai dari menyapa pelanggan, program upgrade seat bagi penumpang KA 121 Cakrabuana, berbagai perlombaan di Stasiun Cirebon, hingga kampanye keselamatan di perlintasan sebidang bersama komunitas pecinta kereta api.
Nuansa kemerdekaan bahkan sudah terasa sejak pelanggan memasuki area stasiun. Petugas frontliner, khususnya loket dan customer service, mengenakan busana yang terinspirasi dari para pahlawan Indonesia ketika memberikan pelayanan.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan penggunaan busana bertema perjuangan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan atmosfer kemerdekaan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dalam pelayanan.
“Momentum kemerdekaan ini kami manfaatkan untuk menghadirkan suasana yang berbeda bagi pelanggan. Para frontliner kami, termasuk petugas loket dan customer service, ikut mengambil bagian dengan mengenakan busana bertema pahlawan,” ujar Muhibbuddin.
Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi insan KAI untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian pelanggan adalah program Upgrade Seat pada KA 121 Cakrabuana. Dalam program tersebut, sejumlah penumpang yang sebelumnya membeli tiket kelas ekonomi mendapatkan kesempatan untuk menikmati perjalanan dengan fasilitas kelas eksekutif.
Program ini diberikan sebagai bentuk apresiasi KAI kepada pelanggan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI.
“Momentum kemerdekaan ini kami manfaatkan untuk menghadirkan kebahagiaan secara langsung kepada pelanggan. Melalui program upgrade seat, kami ingin memberikan apresiasi sekaligus pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi pelanggan yang menggunakan KA Cakrabuana,” kata Muhibbuddin.
Ia menambahkan, pelanggan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan KAI sehingga hubungan dengan masyarakat terus dibangun melalui berbagai bentuk pelayanan dan interaksi.
Semarak kemerdekaan juga berlangsung di Stasiun Cirebon. KAI Daop 3 Cirebon menggelar sejumlah perlombaan bertema kemerdekaan yang melibatkan pelanggan.
Kegiatan tersebut membuat suasana stasiun menjadi lebih meriah di tengah aktivitas keberangkatan dan kedatangan kereta api. Interaksi antara petugas dan pelanggan pun berlangsung lebih cair dan penuh keakraban.
“Lomba bersama pelanggan ini menjadi cara sederhana bagi kami untuk merayakan kemerdekaan bersama. Kami ingin pelanggan yang berada di stasiun juga dapat merasakan semarak HUT ke-81 RI dan membawa pulang pengalaman positif selama menggunakan layanan kereta api,” tutur Muhibbuddin.
Selain menghadirkan hiburan dan apresiasi bagi pelanggan, KAI Daop 3 Cirebon memanfaatkan momentum kemerdekaan untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api.
Bersama komunitas pecinta kereta api, KAI melakukan sosialisasi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang, yakni JPL 346 Jalan Lawanggada dan JPL 200 Jalan Slamet Riyadi, kawasan Krucuk.
Kampanye keselamatan tersebut dikemas dengan nuansa budaya Indonesia. Para peserta mengenakan pakaian khas daerah sebagai bagian dari semangat perayaan kemerdekaan sekaligus untuk menarik perhatian masyarakat pengguna jalan.
Dalam sosialisasi itu, masyarakat diingatkan agar selalu mematuhi aturan saat melewati perlintasan sebidang. Pengendara diminta berhenti ketika palang pintu mulai ditutup atau ketika terdapat tanda kereta api akan melintas serta tidak memaksakan diri menerobos.
Muhibbuddin menegaskan, keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya menjadi tanggung jawab operator kereta api, tetapi membutuhkan kedisiplinan seluruh pengguna jalan.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kereta api membutuhkan jarak yang panjang untuk berhenti dan tidak dapat melakukan pengereman secara mendadak,” tegasnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan menerobos palang pintu atau mengabaikan tanda-tanda kereta api akan melintas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu disiplin, berhenti ketika akan melintasi perlintasan sebidang, dan tidak menerobos palang pintu. Keselamatan jauh lebih penting daripada terburu-buru mengejar waktu,” lanjut Muhibbuddin.
Keterlibatan komunitas pecinta kereta api dalam kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya KAI memperluas edukasi keselamatan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Komunitas diharapkan dapat menjadi mitra dalam menyampaikan pesan keselamatan, khususnya kepada pengguna jalan yang beraktivitas di sekitar jalur dan perlintasan kereta api.
Muhibbuddin menyebut rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di KAI Daop 3 Cirebon tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan pelanggan dan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan.
“Bagi kami, semangat kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana kita merayakannya, tetapi juga bagaimana kita terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
“Kami ingin semangat HUT ke-81 RI ini hadir dalam setiap pelayanan KAI, dalam setiap perjalanan pelanggan, dan dalam setiap upaya menjaga keselamatan masyarakat. Dari Cirebon, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus membangun Indonesia yang semakin maju, guyub, dan mengutamakan keselamatan,” pungkas Muhibbuddin.


