Atas dasar itu, SMSI Deli Serdang mendesak Dewan Pers, Presiden Indonesia, dan khususnya Kementerian Luar Negeri RI untuk segera turun tangan.
Baca juga: Simon Leviev Playboy Penipu asal Israel di Film Tinder Swindler
“Jangan hanya sekadar pernyataan sikap. Dewan Pers diminta segera mengambil langkah diplomasi yang agresif dan terukur. Serta memastikan keselamatan dan pembebasan rekan-rekan jurnalis yang ditangkap militer Israel,” pintanya.
Diketahui, kapal Global Sumud Flotilla (GSF) dalam pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Gaza, Palestina, dicegat dan ditangkap oleh militer Israel (IDF) di perairan internasional.
Sejumlah jurnalis Indonesia beserta tujuh warga negara Indonesia lainnya turut ditangkap dalam insiden tersebut.
Para WNI yang berada di atas kapal itu datang bukan membawa senjata.
Melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan kepedulian terhadap warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti.
Kini, alih-alih dihargai atas misi kemanusiaannya, mereka justru menghadapi ancaman keselamatan di tangan aparat militer Israel. []
Kontributor Sumut: Rahmat Hidayat


