Tembok Maroko, Ladang Ranjau Terpanjang di Dunia yang Membelah Sahara Barat

Meski Mauritania mundur dari konflik pada 1979, Maroko tetap mempertahankan klaim dan kontrol atas sebagian besar wilayah Sahara Barat.

Untuk menghadapi serangan gerilya Polisario, Maroko mulai membangun garis pertahanan raksasa yang membentang melintasi gurun.

Proyek tersebut selesai pada 1987 dan secara efektif membagi Sahara Barat menjadi dua wilayah.

Bagian timur berada di bawah pengaruh SADR. Sementara sekitar dua pertiga wilayah Sahara Barat yang memiliki aktivitas ekonomi utama tetap berada di bawah kendali Maroko.

Pembangunan tembok tersebut mengubah jalannya konflik.

Serangan gerilya Polisario menjadi jauh lebih sulit dilakukan dan perang kemudian berujung pada kebuntuan yang berlangsung hingga kini.

Baca juga: Tangis Vozinha Warnai Debut Bersejarah Tanjung Verde di Piala Dunia

Sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1991, wilayah di sekitar tembok diawasi oleh pasukan penjaga perdamaian PBB.

Bagi masyarakat Sahrawi yang menginginkan kemerdekaan, Tembok Maroko sering dijuluki sebagai “Wall of Shame” atau Tembok Aib.

Karena dianggap memisahkan satu bangsa dalam dua wilayah berbeda.

Di sisi lain, jutaan ranjau yang masih tertanam di bawah pasir terus menjadi ancaman serius bagi penduduk lokal, penggembala, dan para pelintas gurun.

Setiap tahun masih dilaporkan adanya korban luka maupun meninggal akibat ledakan ranjau dan amunisi sisa perang.

Tembok Terpanjang Kedua

Selain dikenal sebagai ladang ranjau terpanjang di dunia, Tembok Maroko juga disebut sebagai tembok terpanjang kedua di dunia setelah Tembok Besar China.

Meski panjangnya melampaui jarak Jakarta-Medan, keberadaan Tembok Maroko masih relatif jarang diketahui publik dunia.

Dibandingkan zona-zona konflik lain yang lebih sering menjadi sorotan internasional. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Pameran ICX Jakarta 2026 Hadirkan 75 Brand dan 10.000 Pengunjung

Jakarta - Jakarta bersiap menjadi pusat perhatian dunia kopi...

Pameran Waralaba dan Kemitraan Bisnis IFRA 2026 Dorong UMKM Nasional

Jakarta - Industri kemitraan di Indonesia sedang berada pada...

Aktor dan Penyanyi Syakir Daulay Rilis Single Menembus Langit

Jakarta - Syakir Daulay kembali memperlihatkan konsistensinya sebagai musisi...

Manggarai, OPSI.ID - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa...

KPK Beberkan Dasar Dakwaan Yaqut: Kerugian Negara Capai Rp622 Miliar

Jakarta, OPSI.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan memiliki...

‎Pemprov DKI Salurkan Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, PAM Jaya Kirim 200 Unit Toren Air

‎Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan bantuan...

Sembilan Warga Mimika Diduga Disandera KKB

Mimika, OPSI.ID - Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda...

Stok Makanan Menipis, Pengungsi Gempa Manggarai Timur Butuh Bantuan

Manggarai, OPSI.ID - Warga terdampak gempa bumi yang mengungsi...

Berita Terbaru

Popular Categories