“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap resisten di tengah gejolak global dan ditopang oleh konsumsi rumah tangga,” ujarnya.
Arief juga menjelaskan bahwa Bank Indonesia terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan moneter dan pengawasan sistem keuangan agar sektor perbankan tetap sehat sehingga tabungan masyarakat aman.
“Uang masyarakat yang ditabung di bank dikelola oleh industri perbankan. Bank Indonesia bertugas memastikan agar sektor perbankan tetap sehat dan stabil sehingga tabungan masyarakat terjaga,” katanya.
Sementara itu, Meilthon Purba mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan dan ibu rumah tangga, agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan keuangan yang semakin marak.
Baca juga: Pemerintah Perkuat UMKM dan Perlindungan Sosial, Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen pada 2026
Menurutnya, rendahnya literasi keuangan membuat masyarakat mudah terjebak investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
“Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban investasi ilegal dan pinjol. Karena itu literasi keuangan sangat penting,” ujar Meilthon.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 66,46 persen.
Bahkan, OJK menerima lebih dari 872 ribu laporan rekening yang diindikasikan terkait penipuan.
Meilthon menekankan pentingnya langkah sederhana dalam mengelola keuangan keluarga, seperti mencatat pengeluaran, menyisihkan uang secara disiplin, dan memahami risiko penggunaan produk keuangan.
“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membiasakan mencatat pengeluaran dan menyisihkan uang secara disiplin,” tambahnya.


