‎Tim 10 KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) Dorong Warga Batang Sulap Sampah Jadi Cuan

Jakarta – Tim 10 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggagas pembentukan Bank Sampah Dena Lestari Berdaya di Desa Denasri Wetan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Program ini digagas bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan ibu-ibu PKK untuk meningkatkan kesadaran warga dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga.

‎Bank Sampah Dena Lestari Berdaya dibentuk setelah Tim 10 KKN UNDIP menemukan masih terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.

Sampah rumah tangga yang dihasilkan warga belum sepenuhnya dipisahkan berdasarkan jenisnya sehingga material yang masih memiliki nilai guna dan ekonomi belum dikelola secara maksimal.

Salah satu mahasiswa KKN UNDIP, Jadev Abrar, selaku Koordinator Tim 10 mengatakan pembentukan bank sampah tidak hanya berorientasi pada persoalan kebersihan, tetapi juga membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.

Menurut dia, keterlibatan warga sejak tahap awal penting agar program tidak berhenti setelah mahasiswa KKN meninggalkan desa.

‎“Kami ingin masyarakat tidak melihat sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sesuatu yang bisa dipilah dan memiliki nilai. Karena itu, sejak awal kami melibatkan BUMDes dan PKK agar program ini bisa terus berjalan,” ujar Jadev dalam keterangannya, Rabu, 12 Agustus 2026.

‎Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya itu berharap Bank Sampah Dena Lestari Berdaya dapat menjadi kebiasaan bersama dalam memilah dan mengolah sampah dari tingkat rumah tangga. Dengan pemilahan sejak sumbernya, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan dan dikelola secara lebih optimal.

‎“Harapannya, setelah KKN selesai, masyarakat tetap konsisten memilah sampah dari rumah. Bank sampah ini bukan hanya tempat menyetorkan sampah, tetapi juga bisa menjadi wadah pemberdayaan dan kegiatan ekonomi masyarakat,” katanya.

‎Program tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong pengurangan dan penanganan sampah dimulai dari sumbernya.

Pemilahan sampah rumah tangga berdasarkan jenis menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir sekaligus meningkatkan potensi daur ulang.

‎Konsep tersebut juga sejalan dengan pengembangan ekonomi sirkular, ketika sampah tidak semata dipandang sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai.

‎Ketua Bank Sampah Dena Lestari Berdaya, Ilham Yahya, S.Kom., mengatakan keberadaan bank sampah diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat dikumpulkan, dipilah, dan dimanfaatkan kembali sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

‎“Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dengan mengubah sampah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual,” kata Ilham.

‎Melalui kolaborasi pemerintah desa, BUMDes, PKK, dan masyarakat, Bank Sampah Dena Lestari Berdaya diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan berbasis lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

‎Nama Dena Lestari Berdaya sendiri memiliki makna yang berkaitan dengan identitas dan tujuan program. Kata “Dena” diambil dari nama Desa Denasri Wetan sebagai identitas bank sampah tersebut.

Sementara “Lestari” mencerminkan harapan agar kebersihan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. Adapun kata “Berdaya” menggambarkan cita-cita untuk membangun kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus memanfaatkan potensi ekonominya.

‎Pengelolaan bank sampah itu juga melibatkan unsur masyarakat desa melalui kolaborasi BUMDes dan PKK. Ketua bank sampah berasal dari unsur BUMDes, sedangkan posisi kepengurusan lainnya diisi oleh ibu-ibu PKK.

‎Pembentukan kepengurusan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Tim 10 KKN UNDIP bersama pihak terkait. Forum tersebut membahas pembagian tugas, mekanisme pengelolaan, hingga strategi keberlanjutan bank sampah.

‎Bank Sampah Dena Lestari Berdaya ditempatkan di Balai Desa Denasri Wetan, Gang Anggrek, Kecamatan Batang. Lokasi tersebut dipilih agar masyarakat lebih mudah menyetorkan sampah sekaligus memperluas akses warga terhadap program pengelolaan sampah. ‎

Uji coba operasional bank sampah dilakukan pada Minggu, 9 Agustus 2026. ‎Dalam kegiatan perdana itu, ibu-ibu PKK mengumpulkan sampah dari lingkungan sekitar untuk kemudian dibawa dan dikumpulkan di lokasi bank sampah.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan. Dalam uji coba tersebut, sampah yang terkumpul bahkan mencapai satu mobil pikap.

Bagi Tim 10 KKN UNDIP, capaian tersebut menjadi langkah awal yang positif. Besarnya volume sampah yang terkumpul sekaligus menunjukkan potensi pengelolaan sampah di Desa Denasri Wetan apabila dilakukan secara terorganisasi.

‎Dengan BUMDes dan PKK sebagai pengelola, Bank Sampah Dena Lestari Berdaya diharapkan tetap berjalan secara mandiri setelah masa KKN berakhir. Program ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat dan peningkatan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan warga. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Kaesang Masuk Kandang Puan, Respons Ketua DPR Bikin Penasaran!

JAKARTA, Opsi.id  – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP...

45 Anggota DPRD Gowa Kompak Usulkan Pemakzulan Bupati Sitti Husniah Talenrang

GOWA, Sinata.id – Langkah politik DPRD Kabupaten Gowa terhadap...

Komisi B DPRD DKI Dukung Penerbitan Obligasi untuk LRT Jakarta, Tapi Tarif Jangan Sampai Naik

‎Jakarta - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan...

Abah Hasan Kiryani Wafat, KH. Maman Imanulhaq Kenang sebagai Murobbi yang Penuh Kasih

Jatiwangi — Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH. Maman...

Universitas Tomakaka Mamuju Buka Kesempatan Kuliah, KIP dan Beasiswa Haji Kalla Disiapkan

Mamuju, OPSI.ID - Universitas Tomakaka Mamuju mencatat sebanyak 385...

Bunga Pinjaman PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen, Beban 14 Juta Nasabah Berkurang

Jakarta — Pemerintah memutuskan menurunkan suku bunga pinjaman program...

Gerhana Matahari Total 2026 Jadi Momen Langka Dunia, Indonesia Tak Masuk Jalur

Jakarta - Fenomena Gerhana Matahari total akan menghiasi langit...

Berita Terbaru

Popular Categories