Warisan Pertanian dan Kehidupan Mandiri Warga
Namun cerita itu, kini tinggal kenangan dan upaya Pemerintah Kabupaten Dairi, juga tidak serius untuk menanggulangi atau merencanakan normalisasi areal persawahan.
Desa Bongkaras juga pernah mengalami kejadian pahit di tahun 2012. Di mana eksplorasi PT DPM di pegunungan Sikalombun terjadi kebocoran limbah dan memasuki sungai Sikalombun yang menewaskan ikan mas milik warga. Sampai kini warga kesulitan untuk membenihkan ikan mas kembali seperti sediakala.
“Hari ini kami yang menyatakan diri sebagai penolak tambang PT DPM melakukan doa syukuran atas hasil pertanian kami. Sekaligus menyatakan ikrar komitmen melawan tambang yang akan datang ke desa kami,” kata Loris Bancin didampingi Darwin Situmorang, Linceria Sinambela, Korlina Simamarta, arsmi Silalahi, Regina Aritonang, Barisman hasugian, Tiasa Manik, Pardi Tampubolon, dan Marlen Girsang.
Mereka menyatakan hasil bumi mereka yang melimpah, nilam yang ditanam bisa menghasilkan 6-8 juta per tahun, durian menghasilkan 20 juta per tahun, gambir hasil mingguan, padi dua kali panen menghasilkan dua ton per tahun, dan hasil ikan mas dan jagung serta coklat sebagai pendapatan tambahan lainnya.
Dalam testimoni dan doa syukuran, mereka mengatakan hidup sejahtera, dapat memenuhi kebutuhan hidup, menyekolahkan anak–anak sampai bangku kuliah dan menikahkan anak–anak dengan adat.
Mereka menyatakan bahwa hidup mereka tidak pernah bergantung kepada tambang dan tidak pernah makan timah dan seng. Mereka ingin alam, lingkungan dan sumber air mereka tetap terjaga terus menerus.
Penolakan Tambang dan Kekhawatiran Kerusakan Lingkungan
Mereka khawatir dan sekaligus berharap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan benar-benar tidak memberikan izin lingkungan kepada PT DPM. Agar mereka hidup tentram dan menghidupi kebutuhan sehari-hari dari generasi ke generasi.


