Warga Dairi Syukuran Hasil Pertanian dan Ikrar Tolak Tambang PT Dairi Prima Mineral

“Tambang tidak pernah hidup berdampingan dan harmoni dengan pertanian. Tambang rakus air, rakus tanah dan menggunakan bahan kimia yang bersifat racun. Terbukti kejadian bocor limbah di masa eksplorasi  di tahun 2012 yang lalu  di pegunungan Sikalombun,” kata Darwin Situmorang.

Hal itu kata dia dibuktikan dengan pemberian ganti rugi sebesar Rp200.000 per RT. Pemerintah Kabupaten Dairi membangun opini, PAD yang kecil dijadikan alat untuk melegitimasi kehadiran PT DPM.

Warga lainnya, Rinawati Sinaga mengatakan, yang akan diuntungkan dengan kehadiran PT DPM hanya kepentingan segelintir orang saja, sekelompok orang saja.

Logika Pengangguran dan Investasi tidak Masuk Akal

Angka pengangguran sebagai alasan investasi tambang menurutnya, tidak logika karena areal pertanian cukup luas dan selama ini diusahakan oleh petani dan pemuda di berbagai desa. 

Mereka sebagai petani imbuhnya, diperhadapkan dengan pemilik saham 49 persen PT DPM, yakni Aburizal Bakrie. Pengusaha dengan jejak rekam yang buruk dalam berinvestasi berkaca dengan kasus Lapindo yang menenggelamkan 16 desa dan 3 kecamatan, ribuan warga mengungsi. Bahkan semburan lumpur masih belum berhenti sampai saat ini. Perusahaan tidak bertanggung jawab dengan dalih bencana alam.

Dalam acara, khotbah dan doa syafaat dibawakan Pendeta Adventus Nadapdap dan Pendeta Palty Panjaitan.

Pendeta meneguhkan bahwa tugas dan panggilan untuk merawat alam sebagai ciptaan yang serupa dan segambar denganNya. 

Disebut, seyogianya tugas kita memelihara alam lingkungan agar tetap bersukacita dan memenuhi kebutuhan rumah tangga kita. Meneguhkan iman warga untuk terus berjuang bersama Tuhan dalam mempertahankan tanah, ladang, sumber air, hasil pertanian dan generasi kelak ke depan.

Warga Desa Bongkaras kemudian menyampaikan ikrar, yakni tetap setia menjaga dan mempertahankan seluruh kampung halaman dan pertanian, melestarikan dan melindungi lingkungan di mana mereka tinggal dengan menolak segala perusakan lingkungan 

“Kami tidak mau diadu domba oleh siapapun karena kami menjunjung tinggi perdamaian dan keagamaan. Kami sudah nyaman hidup dan tinggal di tanah kami ini. Eme si tamba tua parlinggoman nisi borok, debata  do silehon  tua, sai tongtong ma hita diparorot,” demikian tegas warga. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

SIMAKDIALOG Rilis Album Fisik 1995 Bareng Demajors

Jakarta - Kolektif musik jazz kontemporer legendaris, SIMAKDIALOG, kembali...

Peringatan 100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta Digelar di Jakarta

Jakarta - Sejarah panjang dunia penyiaran dan jurnalistik Indonesia...

Petrokimia Gresik Libatkan 26 Karyawan dalam Pemberdayaan Warga Gowa

Gowa, OPSI.ID - Sebanyak 26 karyawan PT Petrokimia Gresik...

Wali Sampaikan Doa untuk Korban Karhutla dan Rakyat Palestina di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Perhelatan festival musik tahunan Synchronize Fest 2026...

Indro Warkop Kenang Dono dan Kasino di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Panggung seni dan hiburan tanah air kembali...

Bupati Tolikara dan Senator Arianto Kogoya Tinjau Kesiapan Rapat BPL GIDI di Kanggime

TOLIKARA, Opsi.id  – Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., bersama...

‎Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Guru Besar ITPLN: Transisi Energi Jadi Ujian Besar

‎Jakarta — Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof....

Berita Terbaru

Popular Categories