Antusiasme Mahasiswa Melampaui Ekspektasi
Pada tahap awal, Unhas menetapkan kuota sebanyak 7 mahasiswa untuk diberangkatkan ke lokasi terdampak.
Mereka dipilih dengan mempertimbangkan keterampilan yang beragam, mencakup bidang kesehatan, Pencarian dan Pertolongan (SAR), Penyelamatan Air dan Darat (Korpala), serta kemampuan pertolongan darurat.
Jumlah yang terbatas ditetapkan mengingat waktu persiapan yang sangat singkat.
Namun, antusiasme mahasiswa ternyata jauh melampaui harapan. Hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pagi, jumlah pendaftar telah mencapai 47 orang.
“Peminat ternyata cukup banyak. Ada pula mahasiswa yang belum memiliki pengalaman tanggap bencana, namun berasal dari daerah terdampak. Hal tersebut juga menjadi pertimbangan kami,” ungkap Dr. Sulaeha.
Keterlibatan mahasiswa dalam penanganan bencana bukan sekadar bagian dari kegiatan akademik.
Kehadiran mereka sekaligus merupakan wujud solidaritas kemanusiaan dan bukti komitmen Unhas untuk turut serta memulihkan kondisi masyarakat yang terdampak.
“Dalam setiap pelaksanaan KKN Tanggap Bencana, Unhas menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di lokasi bencana bukan semata-mata kegiatan akademik, melainkan juga bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu masyarakat bangkit kembali,” tambah Dr. Sulaeha.


