Jakarta – Politisi PSI Grace Natalie menilai pernyataan Jusuf Kalla atau JK terkait dengan syahid, rawan dipelintir untuk melegitimasi kekerasan.
Hal itu disampaikan Grace melalui akun Instagram @gracenat, Senin, 13 April 2026.
Menurut Grace, setelah ceramah JK ditonton memang pernyataan JK sangat bermasalah.
“Setelah ditonton, ya memang pernyataan beliau ini bermasalah sekali,” katanya.
Jadi kata dia, dalam salah satu bagian ceramah tersebut, JK membahas mengenai mengapa agama begitu gampang dijadikan alasan konflik.
“Menurut Pak Jusuf Kalla, baik Kristen maupun Islam. Sama-sama berpendapat bahwa mati dan mematikan orang adalah syahid. Ini pernyataan yang sangat fatal,” katanya.
Apalagi menurut Grace, diucapkan oleh seorang tokoh nasional senior sekelas JK.
Mengapa fatal? Grace menyebut tiga hal. Pertama, distorsi dari ajaran agama.
Esensi dari ajaran kekristenan adalah kasih. Seberat apapun kesalahan orang, diajarkan untuk memaafkan.
“Tidak boleh melakukan pembunuhan atau penghilangan nyawa dengan alasan apapun,” terangnya.
Baca juga: GAMKI dan Sejumlah Ormas Laporkan Jusuf Kalla ke Polisi
Kedua, pernyataan JK sangat rawan dipelintir untuk melegitimasi kekerasan.
Meskipun mungkin maksud sebenarnya adalah untuk menjelaskan sosiologi konflik.
Tetapi di era digital seperti saat ini, begitu mudah video itu dipotong, diedit, dan digunakan oleh pihak ekstrim untuk membenarkan radikalisme.
Ketiga, pernyataan JK ini bisa memicu ketegangan antar umat beragama dan polarisasi di ruang publik.
“Oleh karenanya, tolong Pak Jusuf Kalla untuk mencabut pernyataan tersebut. Buat permintaan maaf dan klarifikasi ke depan publik,” kata Grace.
Sebagai seorang tokoh nasional yang sudah sangat senior, seharusnya JK, imbuh Grace, sadar bahwa pernyataan itu memiliki otoritas yang lebih tinggi dibandingkan dengan opini orang biasa. []

