Tiga Pejabat BPR Cirebon Jadi Tersangka Korupsi Kredit, Kerugian Negara Tembus Rp17,3 Miliar

Kejaksaan Negeri Kota Cirebon menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi penyaluran kredit di Perumda BPR Bank Cirebon. Penetapan tersebut dilakukan tim penyidik pada Senin, 13 April 2026, setelah melalui serangkaian pemeriksaan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Cirebon, Roy Andhika Stevanus Sembiring, bersama Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Feri Nopiyanto, menjelaskan bahwa ketiga individu tersebut sebelumnya berstatus saksi sebelum akhirnya dinaikkan menjadi tersangka.

“Pada hari ini kami telah meningkatkan status tiga orang saksi menjadi tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dan penyimpangan pencairan kredit,” ujar penyidik saat memberikan keterangan kepada media.

Tiga tersangka tersebut masing-masing berinisial DG yang menjabat sebagai Direktur Utama, AS selaku Direktur Operasional, serta ZM yang bekerja di bagian kredit.

Kasus ini mencuat dari dugaan praktik penyimpangan dalam penyaluran kredit yang berlangsung dalam kurun waktu 2017 hingga 2024. Kredit yang diberikan mencakup kredit konsumtif dan modal kerja kepada 17 pegawai internal di lingkungan Perumda BPR Bank Cirebon.

Dalam proses penyidikan, terungkap bahwa mekanisme yang digunakan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Praktik tersebut berupa pemberian kredit internal yang dinilai menyimpang dan berpotensi merugikan keuangan negara.

“Yang kita sampaikan sementara ini adalah pemberian kredit internal kepada pegawai,” ungkap penyidik.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, total kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp17.358.730.318. Nilai tersebut tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan tertanggal 19 Februari 2026.

Ditahan 20 Hari ke Depan

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung menjalani penahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan Polres Cirebon, terhitung sejak hari penetapan.

Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 603 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta juncto Pasal 20 huruf A dan C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Penyidik menyatakan bahwa proses pengembangan kasus masih terus berjalan, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Hingga kini, sekitar 60 saksi telah diperiksa untuk memperkuat konstruksi perkara.

“Semua kemungkinan selalu ada, namun saat ini yang kami sampaikan baru tiga orang tersangka,” kata penyidik.

Lebih lanjut, penyidik menyebut detail mengenai pola penyimpangan, termasuk dugaan pembengkakan nilai kredit, akan dibuka dalam proses persidangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Grup Duo Asal Makassar, DVY Rilis Single Bloom/Gloom

Jakarta - Duo musik asal Makassar, DVY, yang terdiri...

Polemik Pernyataan Jusuf Kalla, PP GMKI Minta Kader dan Eks Ketum Taat Konstitusi Organisasi

Jakarta – Polemik pernyataan Jusuf Kalla yang disampaikan dalam...

Counterparts di Hammersonic 2026, Brendan Murphy Kenakan Kaos Dahyun TWICE

Jakarta - Penampilan grup band metalcore asal Kanada, Counterparts,...

Josh Holmes Sukses Gelar Konser di Jakarta, Promosi Lagu Last First Kiss

Jakarta - Kehadiran musisi pop-punk asal Inggris, Josh Holmes,...

Viral di Instagram: Aksi “Brutal” Kevon Watt hingga Harga BBM

Jakarta, Opsi.id - Viral di platform Instagram sejumlah kejadian...

Astronomi Estetik: Menjemput Keajaiban “Flower Moon” di Langit Mei

Jakarta, Opsi.id - Malam ini, langit Indonesia sedang bersiap...

Isu Tren di Indonesia, Harga BBM hingga Fenomena Alam “Flower Moon”

Minggu, Opsi.id - Isu tren dan viral di media...

Rilis Single Unbreakable Me, Yacko Bakal Lari di Sydney Marathon 2026

Jakarta - Musisi hip-hop sekaligus aktivis perempuan Yacko merilis...

Gandeng Alikha Zia, Lupakanluka Rilis Single Tired

Jakarta - Musisi Indonesia dengan alter ego Lupakanluka kembali...

Resmi Dilantik, HIPMI Institute Sulsel akan Lakukan Hal ini ke Pengusaha Muda

Makassar, Opsi.id - Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha...

Berita Terbaru

Popular Categories