Ceramah Jusuf Kalla Dipersoalkan, Ferdinand Hutahaean Ancam Tempuh Jalur Hukum

Jakarta – Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, melayangkan somasi terbuka kepada mantan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla terkait ceramah yang beredar luas di media sosial.

Dalam pernyataannya melalui video, Ferdinand meminta klarifikasi atas isi ceramah tersebut yang menyinggung konflik agama di Indonesia. Ia menilai pernyataan itu berpotensi menimbulkan beragam penafsiran di tengah masyarakat.

“Saya memaknai bahwa ceramah tersebut bisa menjadi pemantik atau provokasi untuk menjadi perselisihan antara umat Kristen dengan umat Islam,” kata Ferdinand, seperti mengutip Instagram pribadinya, Senin 13 April 2026.

Diketahui, ceramah Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi sorotan publik setelah potongan videonya beredar luas.

Dalam ceramah tersebut, Jusuf Kalla menyinggung konflik agama yang pernah terjadi di Indonesia, termasuk di Poso dan Ambon.

Pernyataan itu kemudian menuai beragam tanggapan karena dinilai sensitif jika tidak dipahami secara utuh.

Ferdinand menegaskan klarifikasi diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman, khususnya dalam konteks hubungan antarumat beragama.

Menurutnya, penjelasan dari Jusuf Kalla penting untuk menjaga ketenangan dan mencegah potensi gesekan sosial di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, ia memberikan waktu selama 3×24 jam kepada Jusuf Kalla untuk merespons somasi tersebut. Ia menyebut respons dapat berupa klarifikasi maupun pernyataan terbuka kepada publik.

“Maka, saya meminta dan memberi waktu 3×24 jam kepada saudara Muhammad Jusuf Kalla untuk segera meminta maaf secara terbuka terhadap umat Kristen dan seluruh umat beragama di Indonesia ini,” ujarnya.

Selain itu, Ferdinand menyampaikan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum apabila dalam batas waktu tersebut tidak ada tanggapan.

Ia menegaskan laporan akan diajukan ke kepolisian dengan dugaan pelanggaran terkait penistaan agama serta provokasi yang berpotensi menimbulkan konflik berbasis agama.

“Dan apabila saudara Muhammad Jusuf Kalla tidak menyatakan permintaan maaf dalam 3×24 jam sejak video ini saya rilis, maka kami akan mengajukan laporan kepada saudara Muhammad Jusuf Kalla,” ucap Ferdinand Hutahaean.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Aktor dan Penyanyi Syakir Daulay Rilis Single Menembus Langit

Jakarta - Syakir Daulay kembali memperlihatkan konsistensinya sebagai musisi...

Manggarai, OPSI.ID - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa...

KPK Beberkan Dasar Dakwaan Yaqut: Kerugian Negara Capai Rp622 Miliar

Jakarta, OPSI.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan memiliki...

‎Pemprov DKI Salurkan Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, PAM Jaya Kirim 200 Unit Toren Air

‎Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan bantuan...

Sembilan Warga Mimika Diduga Disandera KKB

Mimika, OPSI.ID - Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda...

Stok Makanan Menipis, Pengungsi Gempa Manggarai Timur Butuh Bantuan

Manggarai, OPSI.ID - Warga terdampak gempa bumi yang mengungsi...

27 Kg Sabu Gagal Diedarkan, Polisi Bongkar Modus Sembunyikan Narkoba di Dinding Mobil

Labuhan Batu, OPSI.ID - Polisi menggagalkan upaya pengiriman narkotika...

Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Warga yang Jatuh di Perairan Selayar

Selayar, OPSI.ID - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi...

Berita Terbaru

Popular Categories