Madrid, Opsi.id — Kembalinya Jose Mourinho ke kursi pelatih Real Madrid disebut bukan sekadar nostalgia.
Di balik keputusan kontroversial itu, tersimpan kondisi internal klub yang disebut sedang kacau, penuh konflik, dan kehilangan arah.
Semua bermula dari konferensi pers Presiden Madrid, Florentino Perez, yang untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade tampil terbuka di depan media.
Dalam konferensi pers penuh emosi itu, Perez menyerang media, menyinggung teori konspirasi, hingga mengklaim Madrid memiliki banyak musuh.
Suasana tersebut dianggap menjadi sinyal dimulainya era baru di Santiago Bernabeu — era yang sangat identik dengan Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu dikenal dengan filosofi “kami melawan dunia”, membangun mentalitas perang, serta menjadikan kritik media sebagai bahan bakar tim.
Dan menurut banyak pengamat, pendekatan Mourinho sangat cocok dengan atmosfer yang selama ini dibangun Perez di Madrid.


