Mamuju, OPSI.ID – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, menyebut Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulbar 2026 menjadi momentum strategis dalam menghadapi agenda politik ke depan, khususnya Pemilu 2029 dan pemilu daerah berikutnya.
SDK mengakui Musda kali ini berlangsung cukup kompetitif. Bahkan, dirinya sejak awal telah mendorong kader-kader potensial untuk maju sebagai calon Ketua DPD Demokrat Sulbar.
“Sesungguhnya saya sudah ingin menyerahkan estafet kepemimpinan kepada kader-kader yang potensial. Olehnya itu saya mendorong supaya ada kader yang mendaftar untuk menjadi calon ketua DPD,” ujar SDK.
Namun berdasarkan laporan panitia penjaringan, hingga saat ini baru dirinya yang resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua.
“Tapi sesuai laporan panitia penjaringan hari ini, baru satu yang mendaftar, baru saya,” katanya.
Menurut Gubernur Sulbar ini, Musda Demokrat Sulbar yang kelima ini memiliki nilai strategis karena sistem pemilu ke depan berbeda dibanding sebelumnya.
Pemilu nasional dan pemilu daerah akan dilaksanakan secara terpisah sehingga kepengurusan partai mendatang dituntut bekerja lebih maksimal.
“Pengurus ke depan akan bekerja minimal dua kali pemilu, yakni pemilu nasional dan pemilu daerah. Olehnya itu, komposisi pengurus diharapkan lebih kuat dibanding sebelumnya,” pungkas SDK.
SDK juga mengungkapkan adanya antusiasme sejumlah tokoh untuk bergabung dengan Partai Demokrat. Hal itu, kata dia, dilaporkan langsung oleh tim penjaringan kader.
“Alhamdulillah, banyak tokoh-tokoh yang ingin bergabung ke Partai Demokrat. Kita akan melihat kehadiran para tokoh itu pada tanggal 23 saat pembukaan Musda,” ungkapnya.


