Jakarta, Opsi.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta publik memberikan kesempatan kepada Kejaksaan Agung untuk mengusut kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pertama-tama marilah kita beri kesempatan kepada aparat penegak hukum di dalam menjalankan tugasnya. Dan kemudian nanti kita bersama-sama kita lihat dan kita tunggu hasilnya,” ujar Prasetyo kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Prasetyo menegaskan langkah yang dilakukan aparat penegak hukum merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan. Agar lebih bersih, transparan, dan akuntabel.
Baca juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya
“Tentunya ini bagian dari proses untuk, sekali lagi, komitmen kita bersama-sama adalah untuk selalu berusaha memperbaiki tata kelola. Memperbaiki manajemen bagi semua pemerintahan, kementerian maupun lembaga,” katanya, dikutip Kamis (4/6/2026).
Ingatkan Pejabat Taat Hukum
Mensesneg juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar selalu menjunjung tinggi aturan hukum dan menghindari segala bentuk pelanggaran dalam menjalankan tugas negara.
“Mari bagi kita semua bahwa di dalam menjalankan pemerintahan dan di dalam menjalankan tugas sehari-hari untuk terus menghindarkan diri dari hal-hal yang melanggar norma-norma. Terutama norma-norma hukum,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap Badan Gizi Nasional setelah Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan terkait dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Kejagung
Sebelumnya, pada Selasa (2/6/2026), Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pergantian pimpinan BGN. Hal itu dilakukan setelah evaluasi yang berlangsung selama hampir satu setengah tahun.
Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Ia akan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pada saat yang sama, Presiden mengakhiri masa tugas Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN serta Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala BGN.
“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi. Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.
Pemerintah berharap kepemimpinan baru di BGN mampu memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat pelaksanaan program prioritas. Serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
Baca juga: Kantor BGN Digeledah, Pegawai dan Wartawan Tak Diizinkan Masuk
“Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi. Serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Terutama dalam hal upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Prasetyo. []


