Jakarta, Opsi.id – Wali Kota Tenancingo, Negara Bagian Meksiko, Nancy Nápoles, menjadi sorotan.
Dia diduga merekayasa penculikannya sendiri untuk menutupi dugaan penggelapan dana kas pemerintah daerah senilai puluhan juta peso.
Kasus yang sempat menghebohkan publik Meksiko itu bermula pada 31 Mei 2026.
Ketika Nápoles dan saudara perempuannya dilaporkan menjadi korban penculikan di depan rumah dinas sang wali kota.
Menurut laporan awal, tiga pria bersenjata memaksa Nancy Nápoles masuk ke sebuah kendaraan saat ia hendak memasuki rumahnya.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera menghubungi polisi sehingga aparat langsung melakukan pencarian.
Tak lama kemudian, Nápoles ditemukan di sebuah jalan sepi setelah meminta bantuan warga untuk menghubungi suaminya.
Namun, penyelidikan yang berlangsung selama beberapa bulan justru mengungkap dugaan bahwa penculikan tersebut telah direkayasa.
Jaksa menyebut para pelaku penculikan yang kemudian ditangkap mengaku menerima bayaran untuk menjalankan skenario penculikan atas permintaan suami dan saudara laki-laki Nancy Nápoles.
Baca juga: Polisi Temukan Indikasi Massa Bayaran saat Demo di BWS, Aktor Intelektual Diburu
Dalam keterangannya kepada polisi, Nápoles sebelumnya mengaku para penculik meminta tebusan sebesar 40 juta peso atau sekitar 2,3 juta dolar AS.
Penculik bahkan menyarankan agar uang tersebut diambil dari kas pemerintah kota apabila ia tidak memiliki dana pribadi.
Pernyataan itu justru memunculkan kecurigaan penyidik karena dinilai tidak lazim.
Hasil penyelidikan kemudian menemukan dugaan bahwa pembayaran uang tebusan dari kas pemerintah daerah dirancang untuk menutupi dugaan penggelapan dana yang diduga melibatkan sang wali kota.
Penyidik juga mengungkap adanya sekitar 150 kali komunikasi antara para pelaku penculikan dengan suami serta saudara laki-laki Nápoles sebelum aksi tersebut terjadi.
Bahkan, dalam salah satu percakapan yang diperoleh penyidik, suami Nápoles diduga menawarkan bayaran sekitar 28.000 dolar AS kepada para pelaku agar menjalankan skenario penculikan tersebut.
Saat ini, suami dan saudara laki-laki Nancy Nápoles dilaporkan menghilang dan masuk dalam daftar buronan.
Wali Kota Membantah
Sementara itu, Nancy Nápoles membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
“Saya dengan tegas membantahnya. Tidak ada hal seperti itu. Keuangan pemerintah kota dalam kondisi sehat,” ujar Nápoles, dikutip dari odditycentral, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: Kasus Penculikan dengan Kekerasan Seksual Anak di Bandung, Arist: Biadab
Ia dijadwalkan memberikan keterangan kepada penyidik pada 9 Juli 2026. Hingga kini belum ada dakwaan resmi yang diajukan terhadapnya.
Apabila terbukti bersalah atas dugaan penggelapan dana dan rekayasa penculikan tersebut, Nancy Nápoles bersama pihak-pihak yang terlibat terancam hukuman hingga 16 tahun penjara. []


