Jakarta – Grup band alternative/indie rock asal Jakarta, d’AVERY, resmi memperkenalkan diri ke industri musik Indonesia dengan merilis single perdana berjudul “Hidup Hanya Sekali”.
Unit musik ini dibentuk oleh tiga musisi berpengalaman, yakni Damien (gitar), Midas (vokal), dan Phanoz (drum), yang sebelumnya pernah terlibat dalam perjalanan musik bersama nama-nama besar seperti Audy, J-Rocks, Kunci Band, dan Garasi.
Nama d’AVERY dipilih sebagai simbol kedewasaan dan kebijaksanaan, mewakili kematangan sikap yang terbentuk dari pengalaman hidup. Bagi ketiga personelnya, band ini bukan sekadar wadah untuk menyalurkan ide dan energi, tetapi juga ruang untuk menghadirkan inspirasi bagi pendengar.
Dengan karakter yang kuat dan permainan musik yang dinamis, d’AVERY ingin menghadirkan karya penuh perasaan dengan lirik jujur yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Damien, sang gitaris, membawa referensi 90’s alternative rock yang membuat permainan d’AVERY solid dan berenergi. Ia pernah merilis album bersama Pena di bawah label Aquarius Musikindo dan Giron Music, menegaskan posisinya sebagai musisi rekaman yang serius.
Midas, vokalis sekaligus komposer, dikenal dengan suara khas dan lirik penuh makna yang mampu membawa pendengar masuk ke dalam cerita. Darah seni Midas diwariskan dari ayahnya, Onan Susilo, keyboardist Gipsy dan Gank Pengangsaan.
Sementara Phanoz, drummer penuh kekuatan, adalah cucu komponis legendaris Saiful Bahri. Sentuhan emosionalnya menjaga ritme dan energi d’AVERY tetap hidup.
Secara musikal, d’AVERY memadukan melodi emosional dengan ritme berenergi. Mereka terinspirasi dari band-band rock-folk alternative era 90-an, namun aransemen disesuaikan dengan sound design terkini.
Lirik mereka selalu dekat dengan kehidupan sehari-hari, menghadirkan ciri khas yang membedakan dari band lain.
Visi d’AVERY tidak berhenti pada musik. Mereka ingin karya-karyanya menjadi teman perjalanan pendengar, menjadi suara bagi mereka yang sulit mengungkapkan perasaan dengan kata-kata.
Band ini berkomitmen menyampaikan kisah dan pesan kebaikan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat. Bagi mereka, musik adalah sarana untuk memotivasi banyak orang agar terus berkarya dan tidak menyerah dalam keadaan apa pun.
Single perdana “Hidup Hanya Sekali” menjadi langkah awal d’AVERY. Lagu ini sebelumnya dipopulerkan oleh Garasi pada 2011, namun kini hadir dalam versi revisit dengan perbedaan signifikan. Midas menulis ulang lirik dan notasi bersama Phanoz, lalu mengajak Aiu Ratna berkolaborasi.
Dengan konsep 90’s rock alternative, mereka mengajak pendengar bernostalgia, namun tetap relevan dengan kondisi saat ini.
Lirik lagu “Hidup Hanya Sekali” mengajak pendengar untuk tidak terjebak dalam diam dan penyesalan. Lagu ini menggambarkan dinamika hubungan yang retak karena kesalahpahaman dan ego, namun berakhir dalam keheningan.
“Lagu ini kita tulis dari pengalaman pribadi—saat seseorang memilih diam ketika hal paling penting justru perlu dibicarakan. Hidup ini cuma sekali, jangan disia-siakan dalam keheningan,” ucap Phanoz.
Dengan lirik jujur dan emosional, d’AVERY menghadirkan refleksi tentang alasan untuk terus melanjutkan hidup. Lagu ini bukan sekadar kisah cinta, tetapi seruan untuk move on dari hubungan yang membeku.
Kehadiran d’AVERY menandai kembalinya semangat musisi berpengalaman yang ingin menghadirkan karya baru dengan perspektif matang. Mereka tidak hanya membawa nostalgia, tetapi juga pesan relevan bagi generasi sekarang.
Single “Hidup Hanya Sekali” menjadi bukti bahwa musik alternatif Indonesia terus berkembang, menghadirkan warna baru yang jujur, emosional, dan penuh energi.
Kini, single “Hidup Hanya Sekali” sudah tersedia di berbagai platform pemutar musik digital.
Dengan identitas baru yang kuat, d’AVERY siap melangkah lebih jauh, menghadirkan karya-karya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memberi inspirasi dan pencerahan bagi pendengarnya. []

