Katsuobushi, Ikan Olahan Terkeras di Dunia yang Diproses Berbulan-bulan

TOKYO, Opsi.id  – Jepang memiliki salah satu bahan makanan paling unik di dunia, yaitu katsuobushi, olahan ikan cakalang (skipjack tuna atau bonito) yang diproses selama berbulan-bulan hingga teksturnya menjadi sekeras kayu.

Katsuobushi merupakan bahan utama dalam pembuatan dashi, kaldu khas Jepang yang menjadi dasar berbagai hidangan seperti sup miso, ramen, udon, dan saus celup soba.

Sejarah katsuobushi diperkirakan telah ada sejak periode Edo (1603–1868), bahkan catatan mengenai ikan yang direbus lalu dikeringkan hingga keras sudah ditemukan dalam Kode Yoro pada tahun 718 Masehi.

Diproses Selama Berbulan-bulan

Pembuatan katsuobushi dimulai dari ikan cakalang beku yang dicairkan selama sekitar 24 jam. Ikan kemudian dipotong menjadi fillet dan direbus selama hingga 90 menit.

Setelah dingin, tulang, kulit, dan sebagian besar lemak dibuang. Pada tahap ini, kadar air ikan masih sekitar 68 persen.

Fillet selanjutnya diasapi menggunakan kayu selama sekitar satu jam, kemudian didinginkan.

Baca juga: Cokelat Tertipis di Dunia, Tebalnya Hanya 0,03 Milimeter dan Langsung Meleleh di Lidah

Proses pengasapan tersebut diulang puluhan kali selama kurang lebih satu bulan hingga kadar air turun menjadi sekitar 28 persen.

Difermentasi dengan Jamur

Untuk menghasilkan katsuobushi berkualitas tinggi, fillet kemudian diberi kultur jamur Aspergillus glaucus dan disimpan di ruang fermentasi bersuhu sekitar 20 derajat Celsius.

Setelah dua minggu, ikan dijemur selama dua hari sebelum kembali diberi jamur dan difermentasi lagi.

Siklus ini diulang berkali-kali selama beberapa bulan hingga kadar air hanya tersisa sekitar 18–20 persen.

Jamur tersebut berfungsi menyerap kelembapan, menguraikan lemak menjadi asam lemak, memecah protein menjadi asam amino yang memperkuat cita rasa umami, sekaligus mencegah pertumbuhan mikroorganisme lain yang dapat merusak ikan.

Sekeras Kayu

Setelah seluruh proses selesai, katsuobushi menjadi sangat keras hingga sering disebut sebagai ikan olahan paling keras di dunia. Permukaannya mengilap menyerupai kristal atau kaca setelah dipoles.

Baca juga: Festival Penis Baja di Jepang, Tradisi Kesuburan yang Mendunia

Karena teksturnya yang sangat keras, katsuobushi tidak dipotong menggunakan pisau biasa, melainkan diserut memakai alat khusus bernama kezuriki, mirip ketam kayu. Hasil serutannya berupa lembaran tipis yang dikenal sebagai bonito flakes.

Serpihan katsuobushi inilah yang kemudian digunakan sebagai penyedap alami pada berbagai masakan Jepang atau diseduh menjadi kaldu dashi.

Dengan proses produksi yang panjang dan rumit, katsuobushi tidak hanya menjadi salah satu bahan makanan tradisional Jepang, tetapi juga merupakan contoh teknik pengawetan pangan yang telah bertahan selama ratusan tahun. [oddity]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Duovertime Angkat Dinamika Dunia Kerja Modern di Single Ga Pernah End

Jakarta - Dinamika kehidupan profesional di perkotaan sering kali...

Menteri PKP Maruarar Sirait Genjot Kinerja BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar...

KAI Properti Sulap Aset Seluas 2.500 Meter Persegi di Jakpus Menjadi Lapangan Padel

Jakarta – KAI Properti mengembangkan aset di Jalan Ir....

Downgrade Kelas Menengah: Gaji Mengecil, Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Perlu Segera Diperbaiki

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

‎Global Pals ITPLN, Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia

‎Jakarta – Institut Teknologi PLN (ITPLN) meluncurkan ITPLN Global...

Pemprov DKI Dorong Modal Dasar Bank Jakarta Naik Jadi Rp26 Triliun dan Siap Ekspansi Global

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah...

Asisten I Tolikara Samuel Kogoya Tekankan Percepatan Kegiatan OPD dan Disiplin ASN

TOLIKARA, Opsi.id — Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten...

Pemkab Tolikara Sosialisasikan Pencegahan Pencemaran Lingkungan, Bupati Willem Wandik Ajak Warga Jaga Alam

TOLIKARA, Opsi.id — Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Lingkungan...

Berita Terbaru

Popular Categories