Shalom, salam sejahtera bagi kita semua..
Wa… Wa… Yaki… Yaki… Jou Suba…
Pada Momentum Gerakan “Tolikara Bersih” ini, kami hadir tidak semata-mata bertindak sebagai Bupati (Kepala Daerah), tetapi juga sebagai seorang anak OAP, sebagai seorang ayah yang memiliki anak dan keluarga, sebagai seorang saudara yang ingin melindungi saudaranya dan sebagai seorang pemimpin yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga masa depan anak-anak di Tanah Injil Tolikara..
Hari ini saya menyampaikan satu seruan yang tegas:
| “TIDAK ADA TEMPAT DI KABUPATEN TOLIKARA BAGI PERJUDIAN, NARKOBA DAN MINUMAN KERAS YANG MENGHANCURKAN MASA DEPAN GENERASI MUDA..” Willem Wandik S.Sos |
Ancaman terhadap Masa Depan Orang Asli Papua
Judi online, togel, perjudian terselubung, peredaran narkotika dan penyalahgunaan minuman keras (Miras) bukanlah persoalan kecil. Semua itu telah menjadi ancaman nyata terhadap kehidupan keluarga, pendidikan anak-anak, kesehatan masyarakat, keamanan kampung dan masa depan Orang Asli Papua..
Judi tidak pernah membawa kesejahteraan. Judi hanya memindahkan uang dari tangan keluarga kepada para bandar dan pengelola perjudian. Uang yang seharusnya digunakan untuk memenuhi gizi keluarga, membayar biaya sekolah, membuka kebun, membangun rumah atau mengembangkan usaha, justru habis untuk mengejar kemenangan semu yang dijanjikan perjudian..
Narkoba merusak tubuh, pikiran dan masa depan. Narkoba bukan hanya menghancurkan orang yang menggunakannya, tetapi juga melukai orang tua, istri, suami, anak-anak dan seluruh keluarga..
Minuman keras merusak akal sehat. Miras sering menjadi pintu masuk bagi kekerasan, pertengkaran rumah tangga, kecelakaan, tindakan kriminal, konflik antarkelompok dan berbagai persoalan sosial lainnya..
Ketika judi, narkoba dan miras dibiarkan tumbuh, yang hilang bukan hanya uang. Yang hilang adalah waktu belajar, kesehatan, kesempatan bekerja, kehormatan keluarga, masa depan anak-anak serta daya saing generasi Orang Asli Papua..
Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya tegaskan:
| PEMERINTAH KABUPATEN TOLIKARA HADIR UNTUK MEMBANGUN MASA DEPAN ORANG ASLI PAPUA, BUKAN UNTUK MEMBIARKAN GENERASI MUDA KEHILANGAN HARAPAN.. |
Apabila keadaan ini terus kita biarkan, anak-anak kita akan semakin tertinggal. Ketika kesempatan menjadi ASN, tenaga kesehatan, guru, pengusaha, teknisi, petani modern dan pemimpin daerah terbuka, anak-anak kita mungkin hanya menjadi penonton karena masa mudanya telah dirampas oleh judi, narkoba dan minuman keras..
Kita tidak boleh membiarkan anak-anak generasi kita di Tanah Papua, diracuni oleh penyakit sosial yang sangat merusak ini..
Tolikara Bersih adalah Agenda Pembangunan Daerah
“Gerakan Tolikara Bersih” bukan sekadar kegiatan razia. Ini bukan pula gerakan yang hanya berlangsung satu hari, satu minggu atau ketika ada aparat keamanan..
Gerakan ini merupakan bagian dari agenda besar pembangunan Kabupaten Tolikara untuk mewujudkan visi:
| “TERWUJUDNYA TOLIKARA YANG RELIGIUS, BERBUDAYA, MANDIRI, ADIL DAN SEJAHTERA..” |
Visi tersebut tidak akan terwujud apabila generasi muda OAP kehilangan moral, kehilangan kesehatan, kehilangan pendidikan dan kehilangan semangat bekerja karena terjerumus pada Perjudian, Narkoba dan Miras yang merusak masa depan mereka..
Tolikara yang Religius
Religius tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pembangunan gedung gereja, pelaksanaan ibadah atau kegiatan kerohanian. Religius harus terlihat dalam perilaku sehari-hari: hidup tertib, bekerja dengan jujur, menjaga keluarga, menghormati sesama dan menjauhkan diri dari perbuatan yang merusak kehidupan..
Sebagai Tanah Injil, Tolikara harus menunjukkan bahwa nilai-nilai Injil benar-benar menjadi kekuatan untuk membangun manusia, menciptakan kedamaian dan melindungi generasi penerus..
Tolikara yang Berbudaya
Budaya Orang Asli Papua mengajarkan kebersamaan (tradisi komunal), penghormatan terhadap orang tua, perlindungan terhadap anak, kerja bersama dan tanggung jawab terhadap komunitas.
Judi, narkoba dan miras bukanlah kebudayaan kita, justru ketiga hal ini merupakan budaya yang datang dari luar. Semua itu justru merusak tatanan adat, menghilangkan rasa hormat kepada orang tua dan melemahkan ikatan kekeluargaan..
Karena itu, gereja dan lembaga adat harus berdiri bersama menjadi benteng moral bagi masyarakat..
Tolikara yang Mandiri
Kemandirian tidak mungkin terwujud apabila pendapatan masyarakat habis untuk perjudian dan minuman keras..
Kita ingin pemuda Tolikara menjadi petani modern, pengusaha yang mengatur perekonomian lokal, menjadi aparatur, guru, tenaga kesehatan, ahli teknologi, pekerja terampil dan pemimpin masa depan. Pemerintah akan membuka ruang pendidikan, pelatihan keterampilan, olahraga, seni budaya serta kewirausahaan agar energi generasi muda diarahkan kepada kegiatan yang produktif..
RPJMD Kabupaten Tolikara secara khusus menempatkan peningkatan kualitas pemuda sebagai sasaran pembangunan, dengan dukungan program pengembangan kapasitas daya saing kepemudaan dan peningkatan jumlah pemuda yang berwirausaha secara produktif..
Tolikara yang Adil
Penertiban harus dilakukan secara adil dan tidak boleh tebang pilih. Tidak boleh ada bandar yang dilindungi. Tidak boleh ada pelaku yang dibiarkan karena memiliki hubungan keluarga, jabatan, kekuatan ekonomi ataupun kedekatan dengan aparat..
Pada saat yang sama, kita harus membedakan antara bandar dan pengedar yang mencari keuntungan dengan masyarakat yang telah menjadi korban ketergantungan. Bandar dan pengedar harus ditindak tegas (dihukum seberat-beratnya), sedangkan korban penyalahgunaan harus dibantu melalui pembinaan, pelayanan kesehatan, konseling dan rehabilitasi sesuai ketentuan serta memperkuat peran keluarga, adat dan Gereja untuk pemulihan Generasi muda yang telah terkontaminasi..
Tolikara yang Sejahtera
Kesejahteraan bukan hanya soal besarnya anggaran pemerintah. Kesejahteraan juga ditentukan oleh bagaimana masyarakat menggunakan pendapatan keluarga secara sehat dan produktif..
Uang masyarakat harus berputar di kebun, pasar, koperasi, pendidikan, kesehatan dan usaha lokal—bukan mengalir kepada bandar judi, pengedar narkoba atau penjual minuman keras ilegal..
Aparatur Pemerintah Wajib Menjadi Teladan
Saya memberikan peringatan khusus kepada seluruh ASN, kepala distrik, kepala kampung dan aparat pemerintahan. Saudara-saudara digaji oleh negara untuk melayani masyarakat. Tugas kepala distrik dan aparat kampung adalah hadir di wilayah tugas, menjaga keamanan, menyelesaikan persoalan masyarakat dan menggerakkan pembangunan..
Aparatur pemerintah tidak boleh terlibat dalam judi togel, judi online, perjudian terselubung, peredaran narkoba maupun penyalahgunaan minuman keras..
Bagaimana mungkin kita meminta masyarakat hidup tertib apabila aparatnya sendiri tidak tertib?
Bagaimana mungkin kita meminta pemuda berhenti berjudi apabila pejabat pemerintah justru terlihat berada di tempat perjudian?
Karena itu, aparatur yang terbukti terlibat akan diperiksa dan diberikan tindakan sesuai ketentuan hukum serta disiplin kepegawaian yang berlaku. RPJMD Tolikara juga menegaskan pembangunan aparatur yang berintegritas, profesional, berdisiplin serta penegakan kode etik dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik..
Saya meminta masyarakat tidak takut menyampaikan laporan. Namun laporan harus disertai bukti yang jelas dan tidak boleh digunakan untuk memfitnah atau menjatuhkan orang lain..
Enam Langkah Gerakan Tolikara Bersih
Untuk memastikan gerakan ini tidak berhenti sebagai slogan, saya menginstruksikan enam langkah Bersama yaitu:
• Pertama, penertiban dan penegakan hukum secara terpadu. Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama Polres, Kodim dan unsur terkait harus melakukan pemetaan lokasi perjudian, jalur masuk minuman keras, peredaran narkoba serta tempat-tempat yang selama ini menjadi pusat aktivitas tersebut. Penindakan harus menyasar bandar, pemasok, pengedar dan pihak yang memperoleh keuntungan..
• Kedua, pencegahan dari keluarga, gereja dan lembaga adat. Orang tua harus mengetahui pergaulan, kegiatan dan penggunaan telepon seluler anak-anaknya. Gereja harus memberikan pembinaan secara berkelanjutan. Kepala suku dan tokoh adat harus menghidupkan kembali nilai tanggung jawab komunal untuk menjaga anak-anak dan pemuda..
• Ketiga, perlindungan di lingkungan pendidikan. Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan guru harus melaksanakan pendidikan karakter, literasi digital, penyuluhan bahaya judi online, narkoba dan miras. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh dan mengembangkan bakat..
• Keempat, pelayanan kesehatan dan pemulihan. Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan harus menyediakan edukasi, konseling serta sistem rujukan bagi masyarakat yang telah mengalami ketergantungan. Kita tidak boleh hanya menghukum korban tanpa memberikan jalan untuk pulih..
• Kelima, perluasan kegiatan produktif bagi pemuda. Perangkat daerah terkait harus memperbanyak kegiatan olahraga, seni, kebudayaan, pelatihan kerja, pertanian, kewirausahaan, ekonomi kreatif dan organisasi kepemudaan. Pemuda yang sibuk belajar, bekerja, berkebun, berolahraga dan berusaha akan memiliki daya tahan lebih kuat terhadap pengaruh negatif..
• Keenam, pengawasan terhadap aparatur dan evaluasi berkala. Sekretaris Daerah, Inspektorat, para pimpinan perangkat daerah, kepala distrik dan kepala kampung harus melakukan pengawasan internal. Gerakan ini harus dievaluasi secara berkala, memiliki data, target, wilayah prioritas dan laporan hasil yang jelas..
Membangun Manusia, Bukan Hanya Membangun Gedung
Kita dapat membangun infrastruktur megah seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit dan kantor pemerintahan. Namun semua pembangunan fisik itu tidak akan berarti apabila manusianya di rusak oleh penyakit sosial yang membunuh dan menghancurkan OAP dari dalam mental dan pikirannya..
Pembangunan sejati adalah pembangunan manusia.. Kita ingin anak-anak Tolikara tumbuh sehat sejak dalam kandungan, memperoleh gizi yang baik, bersekolah, menyelesaikan pendidikan, memiliki keterampilan dan mampu berdiri sejajar dengan generasi dari daerah lain..
Itulah sebabnya RPJMD menempatkan pembangunan SDM unggul, peningkatan pendidikan, kesehatan, kualitas keluarga dan kualitas pemuda sebagai bagian penting dari arah pembangunan daerah..
Perang melawan judi, narkoba dan miras adalah bagian langsung dari perjuangan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Pembangunan Pemuda Kabupaten Tolikara..
Gerakan ini juga berkaitan dengan perlindungan ekonomi keluarga. Kita harus mengalihkan pengeluaran yang merusak menjadi investasi yang membangun: biaya sekolah, modal usaha, bibit pertanian, peralatan kerja, tabungan keluarga serta pemenuhan gizi anak-anak..
Seruan kepada Seluruh Elemen Masyarakat
Kepada para pemuda Tolikara, saya menyampaikan:
Jangan menyerahkan masa depanmu kepada bandar judi, minuman keras dan narkoba. Generasi Muda OAP di Tanah Injil ini adalah calon guru dimasa depan, calon dokter, pengusaha, pendeta, aparatur, petani modern, teknisi, atlet, seniman dan calon pemimpin di Tanah Papua..
Kepada para orang tua: Jangan diam ketika melihat anak-anak mulai terjerumus. Dekati mereka, dengarkan persoalan mereka dan bimbing mereka kembali..
Kepada para hamba Tuhan dan pemimpin gereja: Jadikan gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah pembinaan, konseling dan pemulihan generasi muda..
Kepada para kepala suku dan tokoh adat: Gunakan wibawa adat untuk menjaga kehidupan, memulihkan hubungan keluarga dan mencegah berbagai perilaku yang merusak komunitas..
Kepada para pedagang dan pelaku usaha: Jangan mengambil keuntungan dari penderitaan masyarakat. Jangan menjual minuman keras ilegal, narkoba atau menyediakan tempat perjudian..
Kepada seluruh aparatur: Jadilah teladan. Hadirlah di tempat tugas. Layani masyarakat dan jangan terlibat dalam aktivitas yang merusak kewibawaan pemerintah..
Kepada aparat keamanan: Laksanakan penegakan hukum secara profesional, terukur, manusiawi dan tidak diskriminatif..
Komitmen Pemerintah Kabupaten Tolikara
Pemerintah Kabupaten Tolikara tidak akan menoleransi segala bentuk perjudian, peredaran narkotika dan penyalahgunaan minuman keras..
Namun pemerintah juga menyadari bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Kita memerlukan pendidikan, pekerjaan, pelayanan kesehatan, kegiatan kepemudaan, pembinaan rohani, penguatan adat dan keteladanan para pemimpin..
Karena itu, Tolikara Bersih harus menjadi gerakan bersama pemerintah, TNI–Polri, gereja, lembaga adat, sekolah, keluarga, perempuan dan pemuda..
Kita tidak sedang memusuhi masyarakat kita sendiri. Kita sedang melawan kebiasaan dan jaringan yang merampas masa depan masyarakat..
Kita harus menyelamatkan manusianya, memulihkan keluarganya dan memutus mata rantai bisnis yang mengambil keuntungan dari kehancuran generasi di Tanah Papua..
Mari kita jadikan Tolikara sebagai daerah yang aman untuk anak-anak bertumbuh, sehat bagi keluarga, produktif bagi pemuda, nyaman untuk bekerja dan bermartabat bagi seluruh masyarakat..
Mari kita buktikan bahwa Tolikara sebagai Tanah Injil bukan sekadar nama, melainkan nyata dalam kehidupan yang tertib, damai, sehat dan penuh tanggung jawab..
| TIDAK ADA TEMPAT UNTUK JUDI.. TOLAK NARKOBA, SAYANGI GENERASI OAP.. JAUHI MIRAS, PILIH HIDUP SEHAT.. APARATUR PEMERINTAH HARUS MENJADI TELADAN.. |
Mari bersama menjaga Tanah Injil Tolikara demi terwujudnya generasi Orang Asli Papua yang cerdas, sehat, produktif, berkarakter dan berdaya saing..
Demikian seruan “Tolikara Bersih” ini kami sampaikan. Kiranya Tuhan Yesus memberikan kekuatan, kebijaksanaan dan perlindungan kepada kita dalam membangun Kabupaten Tolikara yang religius, berbudaya, mandiri, adil dan sejahtera..
Tuhan Yesus memberkati kita semua..
Tuhan Yesus memberkati Tanah Injil Tolikara dan Tanah Papua..
Wa… Wa… Yaki… Yaki… Jou Suba…
Shalom..
Karubaga, Juli 2026
BUPATI TOLIKARA,
WILLEM WANDIK, S.Sos.


