‎August PSI: Rencana Pembangunan 11 Rusun di Jakarta Langkah Baik, Tapi Belum Cukup Atasi Backlog

Jakarta – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan menyoroti Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membangun 11 rumah susun (rusun).

‎August mengaku masih menunggu penjelasan dari Pemprov DKI Jakarta terkait anggaran untuk mengerjakan proyek tersebut dalam rangka menyediakan hunian vertikal kepada warga di ibu kota.

‎“Kami masih menunggu penjelasan yang lebih lengkap dari Pemprov DKI perihal anggaran untuk membangun 11 rusun itu. Yang pasti, pembangunannya membutuhkan alokasi anggaran yang tidak sedikit,” kata August dalam keterangannya dikutip Rabu, 15 Juli 2026.

‎August menerangkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026 memang mengalokasikan sejumlah dana untuk keperluan pembangunan rusun.

Namun, ia menilai perlunya penjelasan yang lebih rinci lagi apakah 11 rusun itu akan dibangun dengan menggunakan anggaran tersebut.

‎“Memang dalam APBD Tahun Anggaran 2026 ini terdapat anggaran sebesar Rp1.4 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan rusun. Tapi, belum jelas apakah anggaran itu akan diperuntukkan spesifiknya bagi 11 rusun yang ingin dibangun oleh Mas Pramono Anung,” jelasnya.

Backlog hunian di Jakarta

‎Terkait dengan apakah pembangunan 11 rusun itu cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta akan hunian, August menilai bahwa itu hanya merupakan permulaan.

Ke depannya, menurut dia, Pemprov DKI Jakarta mesti merencanakan pembangunan lebih banyak lagi rusun bagi warganya.

‎“Jakarta punya backlog sebanyak 1,19 juta kepemilikan hunian. Dengan kata lain, masih ada 1,19 juta warga Jakarta yang belum punya hunian dan menunggu untuk segera memilikinya. Wacana pembangunan 11 rusun itu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta secara keseluruhan,” ujarnya,

‎“Ini merupakan awalan yang bagus dan mesti dijalankan dengan adanya perencanaan yang matang baik dari segi anggaran serta teknis pembangunannya nanti seperti apa. Akan tetapi, perjalanan Pemprov DKI masih panjang ke depannya dalam hal membangun hunian yang jumlahnya cukup dan memadai bagi seluruh warganya,” ucapnya menambahkan.

Bangun rusun bisa manfaatkan dana CSR

‎Menimbang adanya keterbatasan fiskal yang mungkin akan muncul nantinya, August menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta juga menjajaki pembiayaan proyek pembangunan rusun-rusun itu dengan menggunakan dana non-APBD. Salah satunya, bisa dengan memanfaatkan program-program corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan di Jakarta.

‎“Tentu kami akan mendorong berbagai skema yang mungkin untuk dijajaki dan diambil. APBD saja tidak cukup dan tidak dapat diandalkan sepenuhnya oleh Pemprov DKI untuk membangun rusun-rusun tersebut. Pemprov DKI, Mas Pramono harus berpikir secara kreatif. Bisa melalui skema CSR, ada juga CSR Baznas yang selama ini digerakkan untuk bedah rumah,” ucapnya.

‎Selain itu, August juga mengingatkan Pemprov DKI Jakarta kembali terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor (No) 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.

‎“Untuk setiap 1 rumah yang dibangun dan masuk ke dalam kategori mewah, maka pengembang wajib membangun beberapa rumah jenis menengah dan sederhana lainnya. Dengan mengawasi pelaksanaan peraturan tersebut, Pemprov DKI bisa mendorong pembangunan hunian vertikal oleh developer dan menambah jumlah hunian tanpa menggunakan APBD,” kata August Hamonangan PSI. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Pramono Anung Izinkan Jakpro Lakukan Pengembangan TOD di Sekitar Stasiun LRT Jakarta

‎Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengizinkan PT...

Good Morning Everyone Buka EP Kalah Lewat Single Salah

Jakarta - Grup musik pop alternatif asal Semarang, Good...

Pramono Anung Siapkan APBD Rp2,1 Triliun, LRT Jakarta Terkoneksi Sampai Stasiun Dukuh Atas pada 2028

‎Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah...

Barasuara Rilis Single Terbaru Bertajuk Sementara

Jakarta - Setelah dua tahun sejak album "Jalaran Sadrah"...

Bupati Toba Sampaikan Nota Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi DPRD

TOBA, Opsi.id  – Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu...

‎Anggota DPRD DKI Kenneth Meminta Maaf Atas Insiden Masuk Jalur Transjakarta

‎Jakarta - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto...

Berita Terbaru

Popular Categories