ATLANTA, Opsi.id – Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengungkap kunci kebangkitan timnya saat menyingkirkan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026.
Menurutnya, perubahan pendekatan permainan Inggris justru menjadi momentum bagi Albiceleste untuk membalikkan keadaan.
Argentina memastikan tiket ke final setelah menang dramatis 2-1 atas Inggris di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu (15/7/2026) waktu setempat.
Sempat tertinggal lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55, Argentina menyamakan kedudukan melalui Enzo Fernández pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Baca juga: Scaloni Bantah Argentina Bermain Buruk, Siap Kerahkan Segalanya Hadapi Inggris di Semifinal
Scaloni menilai keputusan pelatih Inggris Thomas Tuchel yang memilih mempertahankan keunggulan 1-0 membuka ruang bagi Argentina untuk mengambil alih kendali pertandingan.
“Tim ini bermain paling baik ketika menghadapi kesulitan. Saat lawan mulai ragu, kami mencium darah dan langsung menyerang. Itulah kesan yang saya rasakan dari pertandingan ini,” ujar Scaloni.
Pelatih berusia 48 tahun itu mengaku bangga dengan mentalitas para pemainnya yang kembali menunjukkan karakter juara dunia.
“Ini adalah kebahagiaan besar bagi negara kami dan rakyat kami. Kelompok pemain ini tidak pernah berhenti membuat saya kagum,” katanya dikutip dari ESPN, Kamis (16/7/2026).
Mental Juara Jadi Pembeda
Scaloni mengatakan kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kualitas permainan, tetapi juga kemampuan tim bertahan di bawah tekanan sebelum bangkit pada momen yang tepat.
“Kami akan memberikan segalanya di final nanti. Sepak bola bukan hanya soal bermain indah seperti yang kami lakukan di babak kedua. Sepak bola juga tentang bagaimana mampu menderita dan bertahan,” ujarnya.
Menurut Scaloni, sekalipun Argentina gagal menang, ia tetap puas karena timnya mampu menciptakan enam hingga tujuh peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Menjaga Asa Pertahankan Gelar
Kemenangan atas Inggris membawa Argentina melaju ke final menghadapi Spanyol. Jika berhasil menang, Argentina akan menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia secara beruntun.
Scaloni menegaskan fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada partai final.
“Sekarang kami menikmati kemenangan ini. Besok kami mulai memikirkan final melawan Spanyol,” katanya.
Ia juga menolak membandingkan kemenangan atas Inggris kali ini dengan laga legendaris Piala Dunia 1986 yang diwarnai gol “Hand of God” dan gol solo Diego Maradona.
“Saya tidak bisa membandingkannya dengan pertandingan tahun 1986. Gol kedua Diego adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah. Tetapi pertandingan hari ini sangat menegangkan dan luar biasa,” ujar Scaloni.
Kemenangan ini menambah daftar keberhasilan Argentina menyingkirkan Inggris di fase gugur Piala Dunia, setelah sebelumnya terjadi pada edisi 1986 dan 1998, sekaligus menjaga mimpi Albiceleste mempertahankan mahkota juara dunia. []

