TOKYO, Opsi.id – Cara unik dilakukan perusahaan makanan Jepang untuk mengurangi limbah pangan.
Kepala selada yang dibungkus plastik transparan bergambar wajah aktor ternama Jepang, Tatsuya Fujiwara, mendadak viral di media sosial dan laris diburu pembeli di berbagai supermarket Tokyo.
Pemandangan tak biasa itu membuat banyak orang terkejut saat berbelanja.
Wajah sang aktor tampak tercetak pada kemasan selada sehingga seolah-olah sayuran tersebut memiliki wajah manusia.
Di balik kampanye yang mengundang perhatian itu, terdapat misi serius.
Ajinomoto bekerja sama dengan sebuah koperasi produsen sayuran meluncurkan kampanye untuk menekan angka limbah makanan, khususnya selada yang kerap terbuang pada musim panas.
Baca juga: China Luncurkan Platform Sewa Anjing per Jam, Tuai Pujian dan Kontroversi
Data menunjukkan lebih dari 60 persen selada di Jepang dibuang selama musim panas, saat produksi sedang melimpah tetapi sayuran tersebut lebih cepat layu akibat suhu yang tinggi.
Untuk menarik perhatian masyarakat, Ajinomoto menggandeng Tatsuya Fujiwara sebagai wajah kampanye tersebut.
“Saya diminta, ‘Selada sedang dalam krisis, bisakah meminjamkan wajah Anda?’ Saya menjawab, ‘Tentu,’ dan ternyata benar-benar meminjamkan wajah saya. Kenapa ya? Saya akan menunggu Anda di bagian sayuran,” tulis Fujiwara di akun X miliknya, dikutip Jumat (31/7/2026).
Tak lama setelah peluncuran, foto-foto selada dengan kemasan bergambar wajah Fujiwara langsung menyebar luas di media sosial.
Kampanye itu sukses menarik perhatian konsumen sehingga stok selada yang sebelumnya berpotensi terbuang justru cepat habis terjual.
Baca juga: Jepang Ciptakan “Kulkas Manusia”, Warga Rela Masuk Demi Kabur dari Panas Ekstrem
Sebanyak 10.000 kepala selada edisi terbatas dipasarkan dalam kampanye tersebut.
Respons positif dari masyarakat membuat banyak pihak menilai strategi pemasaran kreatif seperti ini efektif mengurangi limbah pangan sekaligus meningkatkan minat masyarakat membeli produk segar.
Kampanye tersebut menjadi contoh bagaimana pendekatan kreatif melalui figur publik dapat dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan pemborosan makanan tanpa menggurui konsumen. [oddity]


