TOLIKARA, Opsi.id – Bupati Tolikara Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda mengajak seluruh masyarakat menyukseskan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 yang akan digelar pada 12-13 Agustus 2026.
Festival tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus melestarikan budaya masyarakat Tolikara.
Ajakan itu disampaikan Willem Wandik melalui video yang dirilis pada Jumat (7/8/2026).
Dalam pesannya, ia mengundang masyarakat, termasuk wisatawan domestik maupun mancanegara, untuk datang dan meramaikan festival.
“Kami mengajak Bapak, Mama, dan Pasudara semua, mari kita bersama menyukseskan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 pada tanggal 12 hingga 13 Agustus 2026,” ujar Willem.
Ia menegaskan masyarakat Tolikara siap menyambut seluruh tamu yang datang dengan penuh keramahan.
“Bagi semua yang hendak berkunjung, baik turis dalam negeri maupun mancanegara, kami siap menerima dengan tangan terbuka serta hati yang tulus,” katanya.
Menurut Willem, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta melestarikan budaya sebagai warisan yang harus dijaga bersama.
Dalam pesannya, ia juga menekankan bahwa kehidupan masyarakat Tolikara tidak dapat dipisahkan dari nilai iman dan budaya.
“Orang Tolikara kuat karena Alkitab, orang Tolikara hebat karena adat. Adat tanpa Tuhan kosong, iman tanpa budaya kering,” ujarnya.
Willem menutup pesannya dengan seruan persatuan. “Satu iman, satu hati, satu honai, satu tungku, satu noken, satu budaya, satu Tolikara.”
Festival Etnik Religi Tolikara 2026 akan menampilkan tiga atraksi utama, yakni Tarian Kolosal Sejarah Masuknya Injil di Lembah Toli, Lendawi, tradisi ratapan dan syair perjumpaan yang menjadi warisan budaya masyarakat Tolikara, serta Atraksi Tandem Paralayang yang menampilkan potensi wisata alam daerah tersebut.
Selain itu, festival juga akan menghadirkan pameran identitas distrik dan kampung, serta panggung kesaksian budaya dan perdamaian.
Bupati Tolikara berharap festival ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM, mama-mama Papua, petani, pengrajin, pelaku kuliner, seniman, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Dengan demikian, masyarakat menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari penyelenggaraan Festival Etnik Religi Tolikara 2026. []

